Palembang, Sumselupdate.com – Pasca sebuah kapal tongkang bermuatan batubara menabrak tiang penyangga (fender) jembatan Ampera, Komisi IV DPRD Sumsel marah dan langsung mendatangi lokasi kejadian, Rabu (17/5/2017).
“Ini sudah seringkali terjadi, setidaknya menurut catatan kami ada enam kasus yang ketahuan, khususnya angkutan batubara seringkali berlebihan tonase nya,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati.
Oleh karena itu pihaknya ingin pemerintah melakukan tindakan tegas untuk setiap angkutan yang melintas di perairan Sungai Musi dengan tonase berlebihan.
Dikatakan Anita, jembatan Ampera merupakan ikon satu-satunya yang paling terkenal di Kota Palembang dan juga termasuk salah satu aset Sumsel. Jika dibiarkan terus terjadi, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi ketahanan jembatan tersebut.
“Kita kan semua tahu jembatan ini umurnya sudah sangat tua, otomatis pondasi nya juga sudah tidak sekuat jembatan baru. Apalagi Palembang sekarang sedang gencar melakukan pembangunan. Kami tidak ingin saat penyelenggaraan Asian Games nanti kita dipermalukan dengan hal yang seperti ini lagi,” ucap Politisi Golkar ini.
Pihaknya juga mendengar ada keterangan dari saksi mata yang melihat kejadian tersebut dan membenarkan bahwa saat akan meluruskan tongkang menarik tali dengan mengikatkan di jembatan Ampera.
“Kita bisa lihat masih ada bekas batubara yang menempel di sisi jembatan, itu artinya tinggi muatan sudah melebihi batas air. Belum lagi ada kerusakan terhadap lampu hias,” katanya.
Sehingga Komisi IV, kata Anita, meminta Gubernur mengevaluasi kembali peraturan mengenai angkutan batubara ini, bukan hanya yang melintas di jalur darat, tetapi juga yang melintas melalui jalur sungai.
“Kami setuju jika Gubernur menyatakan akan memberikan sanksi denda kepada perusahaan yang membawa batubara tersebut, malah jika diperlukan jalur lalu lintas angkutan batubara ini ditutup sampai perusahaan membuat jalur baru,” paparnya.
Semua itu menurutnya sebagai efek jera untuk perusahaan dengan tidak lagi membawa muatan batubara yang melebihi tonase yang ditentukan di aturan yang sudah ada.
Selain itu dalam waktu dekat Komisi IV akan segera memanggil instansi yang berkaitan langsung, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Balai Besar Jembatan untuk membahas komitmen baru tentang penertiban angkutan batubara di Sungai Musi.
Sedangkan aktor yang juga presenter Krisna Murti merasakan langsung peristiwa tertabrak nya jembatan Ampera oleh Kapal Tongkang yang mengangkut batubara.
Sebab saat kejadian, Krisna mengaku sedang berada di sekitar lokasi dan bintang sinetron ini mengaku merasakan guncangan jembatan akibat ditabrak tongkang bermuatan batubara.
“Saya tadi merasakan, ketika ditabrak jembatan Ampera langsung goyang dan getarannya cukup kuat,” kata Krisna yang kebetulan ada di sekitar lokasi.
Dirinya berharap ada patroli di sekitar perairan Sungai Musi. Dengan demikian akan ada pengawasan setiap kapal yang melintas di bawah jembatan Ampera. “Ini harus ada yang mengawasi, misalnya seperti polisi air,” katanya. (ery)











