Muratara, Sumselupdate.com – Untuk mempertanyakan nasib karena sudah lima bulan tak gajian dan status, ratusan guru honorer di Kabupaten Muratara turun ke Jalinsum menggelar aksi demonstrasi, Rabu (17/5/2017).
Selain itu para tenaga pendidik ini juga melakukan aksi jalan kaki sejauh 2,5 kilometer menuju Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara menggelar orasi untuk meminta keadilan terhadap gaji dan nasib mereka.
Koordinator aksi, Saiful Anuri mengatakan pihaknya menuntut agar hak mereka, yakni lima bulan gaji segara dibayarkan dan menuntut status mereka yang menjadi tak jelas setelah diambil alih oleh Provinsi.
“Kami menuntut hak yang sudah lima bulan belum gajian, sekarang kewajiban kami sudah dipenuhi. Tapi tolong kepada pihak Provinsi untuk secepatnya memberikan gaji kami,” tegasnya.
Ia mengatakan, aksi damai yang dilakukan ini supaya dapat solusi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara terhadap nasib para guru honorer yang ada di daerah tersebut.
“Kami meminta Pemkab memberikan solusi permasalahan ini, sebab inilah harapan kami, jika tidak gajian maka bagaimana kami makan,” cetus Saiful.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Muratara Abdul Rahman Wahid mengatakan terhitung sejak 1 Februari para guru honorer diambil oleh Provinsi, termasuk pembayaran gaji.
Namun pihaknya tetap mengawal berkas-bekas guru honorer yang telah ia tandatangani, kemudian pihaknya selalu berkoordinasi dengan Provinsi dan pihak Provinsi mengatakan bahwa dana untuk gaji guru honorer sudah ada. Akan tetapi, untuk saat ini masih menunggu payung hukum.
“Jadi kepada seluruh guru harus bersabar, sebab saya sudah menghubungi pihak Disdik Provinsi mengenai masalah dana gaji honorer dan menurut mereka sudah ada dan tinggal menunggu payung hukumnya,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam petunjuk teknis penggunaan dana BOS, 15 persen bisa membayarkan, namun itu harus ada SK dari bupati. Akan tetapi jika sudah dapat gaji dari Provinsi maka itu tidak boleh, sebab dikhawatirkan menyalahi aturan.
“Maka yakin lah, gaji kalian pasti akan dibayar. Bahkan Bupati sudah menganggarkan gaji guru honorer, namun tidak bisa karena sudah diambil alih oleh Provinsi dan Pemkab juga tidak akan tinggal diam serta akan terus memperjuangkan nasib guru,” jelasnya.
Usai melakukan aksi di depan Kantor Disdik Muratara, masa lansung berjalan kaki menuju kantor Pemkab Muratara untuk menemui Bupati, di sana mereka langsung disambut oleh Bupati Muratara dan melakukan audiensi di ruang kerja Bupati. (ain)











