Muratara, Sumselupdate.com – Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sekaligus anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Bastarie sangat mendukung akan rencana pemekaran Provinsi Sumsel Bagian Barat, lantaran dapat memperpendek urusan pemerintahan.
“Dengan adanya Provinsi baru tentunya bisa memperpendek urusan pemerintahan, seperti pelayanan, kalau sekarang untuk ke Provinsi Sumsel, kalau lewat jalur darat bisa memakan waktu 7-8 jam, dengan adanya Provinsi Sumsel Bagian Barat Tentunya akan lebih singkat,” ungkapnya, melalui via telpon, kemarin.
Dijelaskannya, Jarak tempuh itu menjadi alasan yang sederhana mengapa harus ada provinsi baru tidak lain untuk mempersingkat Pelayanan.
Terlepas, adanya persepsi dari partai maupun anggota dewan lain yang beranggapan dengan adanya provinsi baru maka akan dijadikan ajang bagi kekuasaan, Bastarie menambahkan, bahwa itu teknis, bagaimana pemerintahan dapat berjalan tanpa menghamburkan uang rakyat.
“Kalau ada isu kalau dengan adanya provinsi bari maka akan dimanfaatkan sebagai ajang bagi-bagi kekuasaan, termasuk bagi fasilitas, itu bukan tujuan, tapi lebih kepada teknis,” terangnya.
Sudah wajar, kalau sudah ada provinsi baru, apalagi sudah ada beberapa daerah yang sepakat, karena untuk mendirikan suatu provinsi minimal ada lima daerah, sementara yang sudah ada dan sudah melakukan pertemuan beberap hari yang lalu ada enam yakni Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam dan juga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang secara otomatis masuk karena wilayahnya jelas dibagian barat.
Sementara itu Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muratara dan juga ketua DPRD Kabupaten Muratara Efriyansyah mengatakan hal yang sama, bahwa ia sepakat.
“Aku secara pribadi maupun Ketua DPC Partai Gerindra sangat mendukung pemekaran Sumsel Bagian Barat,” Tuturnya.
Artinya, kedepan ada kesempatan putra-putra daerah bagian barat untuk memjadi pemimpin, terutama Gubernur maupun Wakil Gubernur, mengingat selama ini belum pernah putra daerah baik dai Kota Lubuklinggau, Mura maupun Muratara yang jadi Gubernur atau Wagub.
“Dengan adanya pemekaran ini, tentunya ada kesempatan dan pembangunan juga akan lebih maju lagi,” jelasnya.
Adanya yang berpandangan lain, tidak mendukung, itu hak mereka dan mungkin adanya pandangan lain.
“Mudah-mudahan secepat mungkin, tapi tergantung dari Presidium kalau ulet akan cepat, kalau sebaliknya mungkin akan lama, Seperti Muratara sudah berjuang dari tahun 70an, baru tiga tahun terakhir jadi,” tutupnya.(Ain)











