Pagar Digembok Kepsek, Guru Honor Salah Satu SD di OKU Terpaksa Melompat Pagar

Senin, 18 Maret 2019
Sejumlah guru dan Ketua Komite SDN 71 Sosoh Buay Rayap.

Baturaja, Sumselupdate.com – Beberapa guru honorer di SD Negeri 71 Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengaku kurang harmonis dengan kepala sekolah mereka. Lantaran para guru honor merasa tidak puas dengan peraturan yang diterapkan kepala sekolah mereka yang dinilai tidak adil.

Hal itu saat bermula pada Sabtu kemarin, kepala sekolah menggembok pagar sekolah tersebut lantaran beberapa guru, termasuk guru honor belum tiba di sekolah sehingga membuat para tenaga pengajar harus memanjat pagar saat hendak masuk ke sekolah.

Read More

Para guru mengaku kebijakan yang diterapkan Kepsek memang bagus, yakni harus masuk tepat waktu, namun mereka merasa penerapan itu tidak diikuti pembuat peraturan, yakni kepala sekolah mereka sendiri.

“Kami tidak masalah, tapi Kepsek sendiri sering tidak masuk. Dia menerapkan harus disiplin, tapi dia sendiri tidak disiplin,” ucap Desi, didampingi beberapa guru honor, Senin (18/3/2019).

Selain itu mereka juga merasa ada ancaman dari kepsek yang hendak memberhentikan para guru honor lantaran kejadian itu.

“Kami honor sudah ada yang 14 tahun serta lima tahun, jadi dengan adanya ucapan itu kami merasa tidak tenang, kami minta Kepsek tidak semena-mena dan arogan,” tambah mereka.

Lebih jauh diakui para guru, soal peraturan yang dibuat Kepsek, mereka sangat mendukung. Namun, sebagai tenaga honorer mereka juga punya hak apalagi jumlah tenaga pengajar di sekolah itu paling banyak adalah guru honor.

“Entah mengapa pas hari itu kami guru honor banyak yang telat, sebelumnya tidak pernah. Kami sempat dimarahi sesaat setelah kejadian itu serta ada ucapan ingin memberhentikan kami, kami sudah lama mengabdi di sini, masa sebegitunya. Yang jelas kami sangat mendukung kedisiplinan, tapi semua harus konsisten, jangan hanya kami saja,” ujar mereka.

Terpisah, Kepsek SDN 71, Romila saat dihubungi wartawan mengakui ada ucapan mengenai ingin memberhentikan. Namun kata dia, tidak ada niatan memberhentikan bawahannya itu secara ,sepihak melainkan hanya ingin mengajarkan para guru untuk disiplin

“Saya ingin menegakkan kedisiplinan di sekolah yang saya pimpin, waktu itu memang guru yang telat saya panggil dan saya memang keras, tapi tidak ada niatan untuk memberhentikan guru honor di sekolah ini,” jelasnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts