Palembang, Sumselupdate.com – Putera Sampoerna Foundation (PSF) menilai kesejahteraan guru umumnya masih sangat kurang, bahkan tercatat 74 persen gajinya di bawah Upah Minimum Kota (UMK).
Senior Director Putera Sampoerna Foundation (PSF) Elan Merdy mengatakan, masih dalam momentum Hari Guru Nasional, Putera Sampoerna Foundation (PSF) ingin mendorong masyarakat melihat guru bukan hanya sebagai sosok yang mengajar, tetapi sebagai manusia yang juga berhak bermimpi, berkembang, dan memiliki masa depan yang sejahtera.
“Melalui kampanye #StandWithTeachers, PSF mengajak publik untuk mengubah rasa terima kasih menjadi aksi nyata yang memberi ruang bagi guru untuk tumbuh, berdaya, dan memiliki kesempatan mengejar potensi terbaiknya, baik di dalam maupun di luar kelas,” katanya.
Di balik peran mulianya, banyak guru Indonesia masih bergulat dengan realitas yang jauh dari kata ideal. Survei IDEAS (Institute for Demographic and Poverty Studies) menunjukkan bahwa 42,4 persen penghasilan guru di Indonesia di bawah 2 juta, 74 persen guru honorer berpenghasilan di bawah UMK, dan lebih dari dan lebih dari 20 persen hanya menerima kurang dari Rp500.000 per bulan.
“Sementara itu, lebih dari 60 persen guru belum pernah mendapat pelatihan berkelanjutan yang mereka butuhkan untuk mengikuti perkembangan dunia pendidikan modern,” katanya.
Baca juga : Pelaku Penyiraman Air Keras Mertua Honorer Dishub Dituntut 3 Tahun 10 Bulan Penjara
Dijelaskan PSF berangkat dari kesenjangan besar ini: kesenjangan antara harapan masyarakat dan kondisi nyata para guru. Harapan bahwa guru selalu kuat, selalu ikhlas, selalu mengabdi.
“Namun realitanya, banyak dari mereka harus mengajar sambil mengejar penghasilan tambahan, membangun kelas dengan dana pribadi, atau berusaha mencari pelatihan yang tidak pernah sampai ke kota mereka,” katanya.
Menurutnya, kampanye ini ingin mengingatkan publik bahwa sebagai manusia guru juga memiliki kebutuhan, aspirasi, serta mimpi pribadi.
Baca juga : 1.560 Honorer Resmi Jadi PPPK, Wali Kota Palembang Ratu Dewa Pastikan Gaji Cair November
“Guru adalah arsitek semua profesi, tetapi realitas kesejahteraan dan akses pengembangan mereka masih jauh dari ideal. Melalui kampanye #StandWithTeachers, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya berterima kasih, tetapi juga berdiri bersama para guru, memberikan dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh, berkarya, dan mengejar mimpi pribadinya di dalam maupun di luar kelas,” jelasnya. (Iya)











