Pada 2018, Beli Elpiji 3 Kg Pakai E-Money

Tabung Elpiji 3 Kilogram

Jakarta, Sumselupdate.com– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mewajibkan penggunaan uang elektronik (e-money) dalam pembelian tabung Elpiji bersubsidi volume 3 kg mulai 2018. Kebijakan ini dilakukan agar distribusi gas bersubsidi tersebut lebih tepat sasaran.

Menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja, saat ini elpiji 3 kg masih dinikmati oleh kelompok rumah tangga mampu. Akibatnya, terjadi pembengkakan subsidi sebesar 10 hingga 15 persen.

Bacaan Lainnya

“Dengan sistem terbuka seperti sekarang, distribusinya malah mengalami kebocoran. Orang mampu bisa mendapatkan tabung elpiji melon. Dengan cara ini, kami ingin agar subsidi elpiji ini bisa diimplementasikan bagi masyarakat yang tergolong tidak mampu,” jelas Wiratmaja, Jumat (9/9).

ia menambahkan, saat ini Kementerian ESDM tengah melakukan pendataan bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terkait jumlah kepala keluarga yang berhak mendapatkan elpiji subsidi.

Berdasarkan data TNP2K, sekarang tercatat ada sekitar 15,5 juta rumah tangga miskin dan 2,29 juta usaha mikro yang seharusnya dapat subsidi tersebut. Jika pendataan sempurna telah selesai, maka setiap rumah tangga golongan kurang mampu akan diberikan paket perdana e-money, khusus digunakan untuk pembelian gas.

Untuk kasus kepala keluarga tidak bisa mengisi ulang kartu e-money, lanjut Wiratmaja, jasa isi ulang akan disediakan di pangkalan-pangkalan penjualan elpiji 3 kg yang ditetapkan pemerintah.

“Bahkan, pembayaran dari pangkalan ke agen nanti juga bayarnya pakai e-money. Ini sejalan dengan keinginan Bank Indonesia (BI) yang sedang menggalakkan less-cashed society,” jelasnya.

Rencananya, kartu tersebut hanya akan dikeluarkan oleh tiga bank yaitu BNI, BRI, dan Bank Mandiri. Jika masyarakat sudah dapat e-money, pemerintah menjamin harga gas bisa lebih murah dibandingkan pembelian secara eceran.

“Karena mereka bayarnya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Nanti, masyarakat bisa beli maksimal tiga tabung per bulan. Sementara itu, usaha mikro bisa gunakan kartu itu untuk pembelian maksimal sembilan tabung per bulan,” tambahnya.

Guna menguji kehandalan sistem ini, pemerintah sedang melakukan uji coba selama tiga bulan di Tarakan, Kalimantan Utara. Uji coba berikutnya akan dilakukan di Bangka Belitung. Apabila penerapan ini efektif di seluruh Indonesia, ia pun yakin subsidi bisa turun sebesar Rp18,3 triliun per tahun. (shn)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.