Owner Klinik Mata Nayaka Palembang Diduga Dianiaya Kerabat, Berujung Dirawat di RS Bhayangkara

Writer: - Selasa, 19 Mei 2026
Kuasa hukum korban dari Ryan Gumay Law Firm, Verrel Amartya, menunjukkan laporan polisi terkait dugaan penganiayaan yang telah dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – KS (49), pemilik usaha Klinik Mata Nayaka, mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh kerabatnya sendiri berinisial SS.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang sarapan di Warkop Agam, Jalan Mayor Ruslan, Palembang, Kamis (7/5/2026).

Read More

Berdasarkan keterangan kuasa hukum korban dari Ryan Gumay Law Firm, Verrel Amartya, kasus dugaan penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan dan saat ini ditangani Unit 4 Subdit Jatanras.

“Kasusnya sudah dilaporkan ke Polda Sumsel. Namun sampai sekarang kami belum mengetahui siapa penyidik yang menangani berkas perkara klien kami,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Verrel, sebelum kejadian korban disebut telah beberapa kali menerima ancaman dari terduga pelaku. Bahkan, korban mengaku menerima puluhan pesan suara melalui aplikasi WhatsApp yang berisi hinaan dan ancaman.

Ia menjelaskan, perselisihan tersebut dipicu tudingan dari terlapor yang menuduh korban memiliki hubungan asmara dengan istrinya. Namun tuduhan itu telah dibantah oleh korban.

“Puncaknya saat korban sedang sarapan, terlapor datang dan sempat terjadi cekcok hingga akhirnya diduga terjadi penganiayaan,” katanya.

Dalam kejadian itu, korban diduga mengalami tindakan kekerasan berupa dicekik, dipukul, hingga dipiting oleh terlapor di depan sejumlah pengunjung warung kopi.

Peristiwa tersebut sempat dilerai oleh karyawan warung kopi yang berada di lokasi kejadian.

Kuasa hukum korban menyebut pihaknya telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik, di antaranya rekaman video kejadian dan hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, SS yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts