OTT Bupati Banggai Laut, Bukan Soal Proyek, Tapi Diduga Terkait Pilkada

Gedung KPK merah putih di Jakarta. (Antara)

Jakarta, Sumselupdate.com – Bupati Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng), Wenny Bukarno, langsung menjadi sorotan setelah dikabarkan tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), siang ini.

Tapi, informasi yang berkembang. Penangkapan sang bupati bukan soal proyek atau kasus tertentu, tapi soal Pilkada.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detik.com, beberapa orang yang ikut ditangkap bersamanya itu adalah tim pemenangannya, untuk Pilkada, Bangai Laut.

Wenny seperti diketahui, saat ini maju kembali untuk periode keduanya bersama dengan Ridaya La Ode Ngkowe. Penangkapannya diduga terkait penerimaan suap untuk kepentingan kampanye pemenangan pilkada.

“Betul,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dimintai konfirmasi perihal OTT itu seperti dikutif dari detik.com.

Untuk harta kekayaan yang dimiliki, Wenny tercatat memiliki harta senilai Rp5,435 Miliar. Dari situs LHKPN KPK, Kamis (3/12/2020), Wenny terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 3 Maret 2020. Pelaporan LHKPN Wenny masuk kategori pelaporan periodik.

Wenny tercatat memiliki dua bidang tanah yang tersebar di Kota Surabaya dan Banggai, serta 4 bidang tanah dan bangunan yang berada di Surabaya, Banggai dan Banggai Laut. Tanah dan bangunan yang dimiliki Wenny senilai Rp5,506 Miliar.

Untuk kendaraan, Wenny memiliki satu unit mobil sedan senilai Rp 25 juta dan dua sepeda motor senilai Rp 4,5 juta. Kendaraan yang dimiliki Wenny senilai Rp 29,5 juta.

Selain itu, Wenny juga tercatat memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai 350 juta. Dia juga tercatat memiliki utang senilai Rp450 juta. Dengan demikian, total harta kekayaan Wenny sebesar Rp 5,435 miliar. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.