Operasi Senyap Berbulan-bulan: Terungkap Ini Strategi Rahasia AS-Israel yang Berujung Tewasnya Ali Khamenei

Writer: - Senin, 2 Maret 2026
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei semasa hidup (kanan) dan Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]

Jakarta, Sumselupdate.com — Dalam perkembangan paling sensasional sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, rincian operasi yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, mulai terungkap.

Sumber internasional menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel menggunakan rangkaian strategi intelijen rahasia untuk “menjebak” sang pemimpin sebelum melancarkan serangan yang berujung pada kematiannya dalam serangan udara terkoordinasi.

Read More

Menurut sejumlah laporan, termasuk pengakuan tidak langsung dari Presiden Amerika Serikat, sistem intelijen canggih AS mampu melacak pergerakan Khamenei dan memetakan kebiasaan sehari-harinya.

Informasi ini kemudian dibagikan kepada pihak Israel untuk menyusun operasi yang disebut sebagai ‘surprise strike’ terhadap kompleks kepemimpinan di Teheran, lokasi yang selama ini dikenal sebagai salah satu zona paling terlindungi di Iran.

Presiden AS menyatakan dalam unggahan media sosial bahwa mereka menggunakan sistem pelacakan mutakhir untuk menemukan persis di mana Khamenei berada saat serangan dilancarkan.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa Khamenei “tidak mampu menghindari intelijen dan sistem pelacakan canggih kami, bekerja sama dengan Israel,” sehingga serangan yang dilancarkan berhasil menewaskannya bersama sejumlah pejabat lain.

Serangan itu — dilaporkan sebagai bagian dari operasi militer bersama AS-Israel — menghantam beberapa target penting di Teheran pada pagi hari, termasuk kompleks tempat Khamenei berkumpul bersama tokoh-tokoh senior pemerintah.

Rumah dan kantornya hancur akibat ledakan, sementara media pemerintah Iran serta kantor berita resmi negara mengeluarkan konfirmasi masa berkabung selama 40 hari setelah kejadian.

Reaksi internasional langsung muncul setelah pengumuman itu. Presiden Masoud Pezeshkian mengecam serangan tersebut sebagai tindakan agresi dan berjanji akan ‘membalas dengan kekuatan penuh,” memperingatkan bahwa tindakan AS dan Israel tidak akan dibiarkan tanpa respons.

Sementara itu, negara-negara lain bereaksi terhadap peristiwa ini. Vladimir Putin, Presiden Rusia, menyatakan keprihatinan mendalam atas pembunuhan Khamenei dan menyebutnya sebagai pelanggaran norma moral dan hukum internasional.

Namun, di tengah klaim dan konfirmasi ini, masih terdapat perbedaan laporan dari media pro-Iran yang sempat menyatakan Khamenei tetap hidup dan memberi perintah.

Meski begitu, sebagian besar outlet internasional kini mengutip konfirmasi dari pejabat pemerintah Iran dan beberapa pernyataan resmi yang mengakui kematian sang pemimpin tertinggi sebagai fakta.

Peristiwa dramatis ini diperkirakan akan mengubah lanskap geopolitik di Timur Tengah secara drastis, menciptakan ketidakpastian besar terkait penerus pemimpin Iran dan prospek konflik yang lebih luas di wilayah tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts