Udara Palembang Kembali Sangat Tidak Sehat, Sukarami 221, Sekolah Diminta Sesuaikan PTM

Writer: - Selasa, 29 September 2026
Kabut asap masih menyelimuti kawasan Kecamatan Sukarami, Palembang, dengan kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat, Selasa (29/9/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara Kota Palembang kembali memburuk pada Selasa (29/9/2026) sore. Kondisi tersebut terutama terlihat di sejumlah wilayah yang terpantau berada pada kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pada Selasa sekitar pukul 18.00 WIB, empat wilayah di Palembang tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat.

Read More

Wilayah Sukarami berada pada angka 221, disusul Musi 2 Palembang 240, Demang 217 dan GP Plm 215.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di sejumlah kawasan Palembang masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Kabut asap juga menjadi perhatian terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah sekolah di Kecamatan Sukarami masih melaksanakan pembelajaran tatap muka di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.

Pemerintah Kota Palembang sebelumnya memberikan ruang kepada masing-masing satuan pendidikan untuk menentukan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dengan mempertimbangkan kondisi udara di wilayah sekolah.

Jika kondisi kualitas udara dinilai aman dan membaik, sekolah dapat melaksanakan PTM. Namun, apabila kualitas udara belum membaik, pembelajaran daring atau PJJ disarankan sebagai langkah kehati-hatian.

Anggota DPRD Sumatera Selatan Mgs Syaiful Fadli turut menyoroti kondisi tersebut. Ia mengatakan pembelajaran daring perlu tetap dilanjutkan apabila kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.

“Pembelajaran daring tetap dilanjutkan kalau kondisi belum membaik,” kata Syaiful Fadli.

Kondisi udara yang memburuk juga dinilai perlu menjadi perhatian masyarakat karena paparan polutan dalam konsentrasi tinggi dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Selain gangguan pada saluran pernapasan, kualitas udara yang buruk juga dapat menyebabkan mata terasa pedih, terutama ketika masyarakat beraktivitas atau berkendara di luar ruangan.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, diimbau untuk lebih membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

“Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi polutan masih tinggi. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan tetap menggunakan masker yang dapat membantu mengurangi paparan partikulat,” jelas Wandayantolis.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah maupun lahan.

Upaya tersebut penting untuk mencegah munculnya sumber polutan baru yang dapat semakin memperburuk kualitas udara di Kota Palembang.

Dengan kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori sangat tidak sehat di sejumlah wilayah, pemantauan kualitas udara dan penyesuaian aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, menjadi penting dilakukan sesuai perkembangan kondisi di masing-masing kawasan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts