Oknum Ketua BPD di PALI Cabuli ABG di Pinggir Sungai

Tersangka Ahmad Syarifudin diamankan di Mapolsek Penukal Abab lantaran mencabuli ABG.

PALI, Sumselupdate.com – Perbuatan Ahmad Syarifudin (44) sungguh bejat. Berstatus sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ternyata tidak membuat dirinya menjadi bijaksana dan mengayomi masyarakat.

Justru dia tega melakukan tindakan asusila dengan mencabuli RA (15), seorang anak baru gede yang merupakan anak dari temannya itu sendiri.

Read More

Peristiwa pencabulan ini bermula pada Jumat (29/6/2018), sekitar pukul 15.00 WIB, saat korban RA di ajak oleh pelaku ke rumahnya menggunakan sepeda motor untuk bermain dengan anak pelaku.

Namun, di tengah jalan, tepatnya di pinggir sungai Dusun II desa tersebut, pelaku memberhentikan kendaraannya.

Selanjutnya, tersangka memaksa korban untuk membuka seluruh pakaian korban.

Bak kesetanan, pelaku mencabuli korban. Mendapat perlakukan tak senonoh, korban spontan berteriak.

Takut aksinya ketahuan oleh warga, pelaku menghentikan aksi bejatnya tersebut.

“Saat dia (korban –red) berteriak saya baru sadar, kalau kelakuan saya ini salah dan khilaf. Setelah itu, dia saya suruh memakai seluruh pakaiannya dan saya antarkan pulang ke rumah,” akui tersangka dihadapan sejumlah media, Rabu (4/7/2018).

Setelah sampai di rumah, korban menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya, lalu melaporkan ke pihak kepolisian dan melakukan visum.

Setelah dilakukan visum barulah pihak kepolisian melakukan pengamanan terhadap pelaku.

“Pelaku kita amankan pada Senin (2/7/2018), dan sekarang pelaku sudah kita amankan beserta barang bukti berupa pakaian korban dan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjemput korban,” jelas Kapolsek Penukal Abab IPTU Acep YS, melalui Kanit reskrimnya Ipda Muhammad Arafah SH

Lebih lanjut, Ipda Arafah menjelaskan bahwa pelaku akan dikenakan pasal 82 ayat (1) undang-undang nomor 17 tahun 2016 perubahan kedua atas pasal undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak

“Pelaku kita kenakan ancaman pasal 82 ayat 1 nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (adj)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.