OKI Defisit Anggaran, Sisa Pembayaran Pekerjaan Pihak Ketiga Dibayar Tahun Depan

Kepala BPKAD Kabupaten OKI, Ir H Mun’im MM.

Laporan: Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), pada tahun 2021 ini mengalami defisit anggaran.

Read More

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten OKI, H Mun’im, kondisi defisit anggaran setelah sebelumnya melihat kondisi keuangan daerah pada Agustus lalu, dan penyebabnya adalah lantaran antara dana
yang masuk dari sumber-sumber pendapatan.

Baik sumber pendapatan dari pusat, provinsi maupun daerah (OKI), tidak masuk secara serentak namun bertahap.

Sementara itu, kata dia, dana tersebut dibayarkan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkab OKI, maupun ke pihak
ketiga (pemborong).

“Oleh sebab itu, untuk pembayaran pihak ketiga maka kami prioritaskan untuk pembayaran uang muka sebesar 30 persen dari kegiatan pekerjaan
terlebih dahulu. Dan jika memungkinkan maka kita akan membayarkan pada termin-termin berikutnya. Jadi jika diakhir tahun ini, yaitu pada Desember nanti terjadi pada pengakuan hutang, maka pembayaran pihak ketiga akan dibayarkan pada bulan April setelah adanya pemeriksaan BPK
atau hasil akhir yang ada di Kasda (kas daerah),” terangnya.

Ketika ditanya kondisi anggaran tahun mendatang, H Mun’im menjelaskan kondisi anggaran tampaknya sama dengan sekarang, tahun 2021. Diprediksi juga keuangan akan kembali mengalami defisit. Sebab kondisi keuangan daerah maupun negara masih belum normal.

Apalagi pandemi, lanjutnya, jika dihubungkan dengan pendapatan daerah, dimana retribusi- retribusi atau pajak daerah, sangat berpengaruh pada aktivitas pendapatan seperti hotel atau pasar dan lain-lain, sebagai sumber pendapatan yang memang agak menurun.

“Jadi pandemi ini sangat berpengaruh antara pendapatan daerah dan negara,” paparnya.

Untuk APBD?, “Memang agak tersendat, namun di APBD- Perubahan Pemkab OKI, akan menggenjot target lebih besar. Dengan rasa optimis,
mudah-mudahan tercapai target. Namun, kita melihat OPD yang ada apakah bisa terpenuhi selaku OPD pelaksana pemungut retribusi maupun pajak,” tukasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.