Muarabeliti, Sumselupdate.com – Isu pengeringan objek wisata Danau Aur kian sentar di telinga masyarakat Kabupaten Musirawas, khususnya di daerah Tugumulyo, Purwodadi dan Sumber Harta.
Seperti dikatakan Sinta, warga Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, bahwa dirinya sempat mendengar perbincangan masyarakat kalau objek wisata Danau Aur agar dilakukan pengeringan.
“Kabarnya mau dikeringkan, nanti mau jalan-jalan ke sana sama anak-anak tidak bisa lagi,” ujar Sinta, Senin (13/3/2017).
Menanggapi apa yang diduga masyarakat, Kepala Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Musirawas, Ristanto Wahyudi, mengatakan bahwa di 2017 pemerintah daerah mendapat suntikan dana dari Pemprov Sumsel untuk melakukan normalisasi Danau Aur.
“Siapa yang bisa mengeringkan danau, jelas tidak bisa. Danau Aur itu hanya dilakukan normalisasi, supaya bersih dan biotanya tetap terlindungi,” kata Ristanto.
Untuk melakukan normalisasi danau tersebut, menurut Ristanto, dana yang dianggarkan lebih kurang sekitar Rp5 miliar. “Jelas pelaksanaannya cukup sulit, mengingat ini menyangkut normalisasi, sehingga harus menggunakan alat berat,” paparnya.
Kemudian, menurut Ristanto, normalisasi sungai menjadi salah satu cara untuk mengendalikan danau supaya tetap terjaga kelestariannya. Sebab, proses peningkatan kapasitas danau memang akan berkontribusi pada proses pengurangan pengendapan tanah.
“Setelah dilakukan normalisasi, maka debit airnya akan lancar, ini juga nanti kalau sudah selesai wisatawan akan senang berkunjung ke Danau Aur, karena suasananya akan berbeda,” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Musirawas, Amrullah, dalam proses pelaksanan akan sepenuhnya dilakukan pihak Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan.
“Tetap berkoordinasi dengan kita, namun untuk teknis Dinas PU. Kalau soal menggangu pengunjung, saya rasa tidak terlalu. Karena nanti jam operasional tetap dibuka. Hanya wahana wisata air saja yang dihentikan, seperti perahu tidak bisa mengelilingi danau,”imbuhnya.
Apalagi, ini menyangkut perbaikan objek wisata, sehingga menurut Amrullah masyarakat juga harus bisa bersabar. (ain)











