Nekat Palsukan Laporan Kepolisian, TKS Kecamatan Rambang Digelandang Polisi

Kasat Reskrim, AKP Widhi Andika Darma.

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Hanya untuk mengambil keuntungan sedikit dari upah mengurus berkas, Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Kecamatan Rambang, Wenpri Iswando (30), nekat memalsukan surat Laporan Kepolisian (LP) Polsek Rambang sebagai syarat pengurusan berkas.

Alhasil, pemuda warga Dusun II, Desa Sugih Waras, Kecamatan Rambang, digelandang polisi pada Senin (12/04/2021). Berawal dari kecurigaan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Muaraenim yang melihat, surat laporan kehilangan (LP-red) yang dilampirkan pelaku sebagai syarat mengurus pembuatan akte kelahiran yang hilang nampak berbeda.

Petugas Dinas melihat, dari tiga LP yang dilampirkan oleh pelaku, ketiga-tiganya berbeda tanda tangan. Namun, nama Kepala SPK Polseknya sama. Selain itu, di surat tersebut juga tidak tertulis NRP nya. Dari itu, petugas yang merasa curiga langsung menghubungi pihak kepolisian.

Kapolres Muaraenim, AKBP Danny Sianipar melalui Kasat Reskrim, AKP Widhi Andika Darma membenarkan bahwa telah mengamankan pelaku beserta barang bukti.

“Saat ini kita telah mengamankan pelaku dan barang bukti,” ujarnya.

Dijelaskan Kasat, menurut keterangan dari pelaku, dirinya telah beberapa bulan belakangan telah melalukan pemalsuan LP kehilangan untuk membantu warga, yang akan mengurus akte kelahiran yang hilang.

“Tujuannya hanya untuk mendapatkan keuntungan dari uang lelah pengurusan berkas sekitar Rp50.000-Rp100.000 per berkas,” tambah Kasat.

Sementara itu, dijelaskan kasat, pelaku mempelajari cara memalsukan secara otodidak. Sedangkan pelaku memperoleh contoh surat laporan kehilangan, adalah setelah melihat satu surat kehilangan yang ada di kantor kecamatan.

“Memang pelaku sehari-harinya TKS di Kecamatan Rambang,” tambah Kasat lagi seraya menambahkan bahwa ini juga adalah upaya menyelamatkan institusi Kepolisian.

“Sesuai undang-undang, pelaku melanggar pasal 264 ayat 1 dan atau pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan. Sedangkan ancaman hukumannya adalah 5 sampai delapan tahun. Jadi jangan main main demgan pemalsuan. Apalagi ini adalah dokumen kepolisian,” tegas Kasat.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa tiga lembar surat LP model C yang palsu, satu buah stampel Polsek Rambang, dan satu buah flashdisk.

Sementara Kadisdukcapil Muaraenim Resman Efendi saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemalsuan tersebut.

“Benar adanya pemalsuan tersebut. Saat itu petugas kita merasa curiga dengan perbedaan LP yang dilampirkan tersangka. Hingga akhirnya kita pinta klarifikasi ke Polsek Rambang dan Polres Muaraenim,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.