Nah Lho! Kedok Kesaktian Dimas Kanjeng Mulai Terbongkar

Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Probolinggo, Sumselupdate.com – Rekayasa kesaktian Dimas Kanjeng Taat Abadi mulai terbongkar. Yang membongkar rekayasa itu justru para pengikut sosok yang terlilit kasus dugaan pembunuhan dan penipuan ini.

Junaidi (50), mantan pengikut asal Desa Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, menyebut kesaktian Dimas Kanjeng mendatangkan uang gaib hanya bualan.

Bacaan Lainnya

Dia pernah mendapat cerita dari Ismail Hidayah (43) bahwa saat itu untuk mendapat simpati, Dimas Kanjeng mengirim uang 2 koper ke rumah Marwah Dauh Ibrahim, yang saat ini menjadi ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng. Uang tersebut diklaim muncul secara gaib di rumah Marwah pada malam hari. Padahal, kata Junaidi, bukan datang secara ghaib melainkan diantar secara sembunyi-sembunyi.

Marwah Daud sangat yakin Dimas Kanjeng bisa mendatangkan uang secara ghaib dari dimensi lain. Ia menyebut kemampuan itu merupakan karomah. Namun Junaidi menentang klaim tersebut dan mengatakan aksi Dimas Kanjeng mendatangkan uang secara ghaib hanya rekayasa.

Junaidi menjadi pengikut padepokan Dimas Kanjeng pada tahun 2011, kemudian keluar 4 tahun kemudian. Dia kenal padepokan dari Ismail Hidayah, eks pengikut asal Wringin Anom, Kecamatan Panaruksan, Situbondo, yang ditemukan menjadi mayat pada Februari 2015 lalu. Dimas Kanjeng menjadi tersangka pembunuhan ini.

“Almarhum Ismail pernah cerita dia bawa uang dua koper ke rumah Bu Marwah seakan-akan uang itu tiba-tiba muncul atau dibawa jin,” terang Junaidi saat kembali melapor ke Mapolres Probolinggo melengkapi berkas laporannya, Minggu (2/10).

Uang sebanyak 2 koper itu diletakkan di teras rumah Marwah pada malam hari saat Marwah tidur. Setelah uang itu berada di rumah Marwah, Dimas Kanjeng menghubungi Marwah untuk mengecek uang di depan teras rumahnya.

“Taat Pribadi menelepon Bu Marwah, kalau uangnya sudah muncul secara gaib di rumahnya. Padahal Ismail lah yang meletakkan uang itu,” ujar Junaidi.

Uang 2 koper itu bukan uang palsu melainkan asli. “Nominalnya miliaran rupiah,” ungkap Junaidi.

Bukan hanya uang, aksi Dimas Kanjeng bagi-bagi emas batangan juga disebut rekayasa. Ini terungkap saat para korban menguji keasliannya di Toko Emas.

Dimas Kanjeng membagi-bagikan emas batangan kepada para pengikutnya. Gambar di emas batangan itu beragam. Ada yang bergambar Bung Karno hingga emas bergambar Palu Arit.

“Emas batangan ini milik korban. Emas ini pemberian dari tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (30/9).
Emas batangan itu diketahui palsu. Selain emas batangan, pengikut Dimas Kanjeng yang sudah menyetorkan uang juga ada yang mendapatkan kantong ajaib. Kantong itu berisikan perhiasan emas seperti gelang dan kalung.

“Semuanya itu palsu. Korban sudah mengecek perhiasan di toko emas. Hasilnya palsu, dan diambil isi di kantong ajaib itu juga bisa habis,” tuturnya.

Selain emas batangan, soal kegemaran Dimas Kanjeng foto bareng bersama pejabat, polisi menegaskan tindakan itu juga dinilai hasil rekayasa. Hal ini dilakukan untuk memuluskan penipuan Dimas Kanjeng semata.

Sebuah kalender yang berisi foto-foto Dimas Kanjeng dengan sejumlah pejabat terpasang di padepokan. Apa benar para pejabat penting itu berfoto dengan Dimas Kanjeng?

“Bisa saja, foto-foto atau banner Dimas Kanjeng bersama sejumlah pejabat yang terpampang di area padepokan hanya hasil rekayasa,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin, Rabu (28/9) lalu.

“Tidak ada santri dari kalangan pejabat, termasuk petinggi Polri dan TNI. Jadi bisa saja foto itu hanya untuk kepentingan tertentu,” lanjutnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun telah mengklarifikasi fotonya bersama Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang beredar di media sosial. Gatot mengaku, siapa saja kerap meminta berfoto bersama dirinya. (lip/shn)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.