Pagaralam, Sumselupdate.com – Memasuki musim panen kopi di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, warga dihadapkan dengan kekhawatiran baru, di mana maraknya aksi pencurian buah kopi.
Peristiwa pencurian tak hanya menyebabkan kerugian besar bagi petani, akan tetapi merusak kebun mereka.
Ketua RT Dusun Aur Duri, Yando, SPd angkat suara dan mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan serta menggalakkan patroli di jam-jam rawan.
Ketua RT 01, RW 01, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, Yando, SPd mengungkapkan keresahannya terkait maraknya aksi pencurian buah kopi yang terjadi setiap musim panen tiba.
Ia menyebut kejadian tersebut bukan hanya merugikan secara materi, akan tetapi juga membuat warga kehilangan rasa aman.
“Warga kami sangat dirugikan. Selain kehilangan hasil panen, kebun mereka juga banyak yang dirusak oleh para pencuri,” ujar Yando saat ditemui di kediamannya, Selasa (8/4/2025).
Sebagai langkah pencegahan, Yando mengajak seluruh warga di wilayahnya untuk melakukan patroli secara rutin, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan.
“Kami mengimbau agar warga lebih waspada dan melakukan ronda malam atau patroli mandiri, khususnya di jam-jam rawan,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta perhatian lebih dari pihak kepolisian agar meningkatkan intensitas patroli di daerah-daerah rawan pencurian.
“Kami berharap pihak kepolisian bisa lebih sering berpatroli di daerah kami. Sudah beberapa kali kejadian pencurian kopi terjadi, tapi sampai sekarang pelakunya belum terungkap,” tambah Yando.
Dengan kondisi ini, warga berharap sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dapat ditingkatkan demi menjaga hasil panen kopi yang menjadi salah satu sumber utama penghasilan mereka.











