Muaraenim Masuk Zona Bahaya, Pemkab Siapkan Langkah Ekstra Tekan Penularan Covid-19

Plt Bupati Muaraenim H Juarsah memimpin rapat gabungan bersama unsur Muspika dan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Muaraenim.

Muaraenim, Sumselupdate.com Menyikapi kondisi makin bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Muaraenim serta ditetapkannya satu-satunya kabupaten/kota yang masuk zona bahaya oleh Satgas Covid-19 pusat beberapa hari lalu, Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah, SH, menggelar rapat gabungan guna membahas kondisi tersebut.

Dalam arahannya, Plt Bupati menegaskan bahwa dirinya beserta jajaran, termasuk tim gugus tugas tidak akan tinggal diam melihat tren penambahan kasus belakangan ini.

Bacaan Lainnya

“Tentunya akan diambil langkah yang lebih tegas dan responsif agar mampu menekan kasus penularan Covid-19. Banyak faktor yang menyebabkan keadaan fluktuatif, salah satunya yaitu tingkat kepatuhan dan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan,” ungkap Jarsah.

Selanjutnya Juarsah menginstruksikan kepada tim gugus tugas agar lebih mendengungkan pentingnya kepatuhan menjalankan protokol kesehatan pada tiap-tiap desa/kelurahan, terutama sekali penggunaan masker pada aktivitas di luar rumah.

“Idealnya tiap 1 orang setidaknya memiliki 4 buah masker sehingga dirinya menghimbau para kepala desa untuk mengakomodir hal tersebut dan jika perlu dapat dialokasikan melalui dana APB-Des,” tegasnya.

Selain itu Juarsah, mengingat letak geografis Kabupaten Muaraenim di tengah-tengah Provinsi Sumatera Selatan yang diapit oleh 11 kabupaten/kota lainnya dengan akses yang mudah dan intensitas arus pergerakan maupun perpindahan (mobilitas) manusia cukup tinggi, ditambah cakupan luas wilayah dan penduduk yang termasuk padat khususnya di kecamatan tertentu sehingga hal tersebut memang menjadikan Muaraenim sebagai daerah yang memiliki risiko tinggi.

“Kita harus pahami agar masing-masing penduduk, termasuk pemerintah untuk lebih ekstra ketat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Rapat gabungan penanggulangan penyebaran Virus Covid-19 di Muaraenim.

Lebih lanjut nantinya Pemkab Muaraenim akan membantu sembako selama 14 hari bagi pasien yang menjalankan isolasi mandiri serta memaksimalkan sosialisasi prokes.

“Kemudian kita harus kembali menyosialisasikan protokol kesehatan hingga ke desa/kelurahan, pembagian masker, cairan pembersih tangan secara masif dan penyemprotan masal pada titik-titik tertentu yang dianggap rawan atau berisiko tinggi,” pungkasnya.

Hadir dalam rapat gabungan tersebut, Plt Ketua DPRD Muaraenim Liono Basuki, Kapolres Muaraenim AKBP Donni Eka Syaputra, perwakilan dari Dandim 0404 Muaraenim, perwakilan Kajari dan juga tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Muaraenim melakukan evaluasi kerja dan perumusan langkah-langkah dalam menanggulangi keadaan ini. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.