Miris, Karyawan PT Minanga Ogan Baturaja Tiga Bulan Tidak Gajian

AKSI DEMO-Ribuan karyawan PT Perkebunan Minanga Ogan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD OKU, Kamis (3/9/2020).

Laporan: Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com-Ribuan karyawan PT Perkebunan Minanga Ogan, menggelar aksi unjukrasa di halaman Kantor DPRD Kabupaten OKU, Kamis (3/9/2020). Demo digelar karena sudah 3 bulan gaji karyawan belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Bacaan Lainnya

Dalam aksi tersebut, ribuan massa aksi menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU bersama DPRD OKU membantu para karyawan untuk mendapatkan hak mereka berupa gaji selama 3 bulan, yakni bulan Juni, Juli dan Agustus. Serta Tunjangan Hari Raya (THR) yang baru dibayarkan 50 persen.

“Kami minta Pemkab OKU dan DPRD membantu kami dalam mendapatkan hak kami. Kami sudah tidak makan lagi, anak istri kami butuh makan. Sedangkan pihak perusahaan hanya bisa berjanji dan berjanji akan membayarkan gaji kami,” ungkap Ferry, koordinator aksi.

Dikatakannya, mereka butuh makan, dan anak-anak mau sekolah.

“Apalagi sekarang ini kebutuhan anak sekolah untuk beli paket harus ada, kalau tidak ada paket anak kami tidak bisa belajar daring,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis didampingi Asisten I Setda OKU Drs Selamet Riyadi dan Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Elhamudin yang menemui para pendemo mengatakan, Pemkab OKU sudah memperjuangkan hak para karyawan.

“Kami Pemerintah OKU sudah sangat paham kondisi yang dialami oleh para karyawan. Kami sudah mendesak pihak manajemen perusahaan untuk mengambil langkah penyelesaian,” tegas Kuryana.

Dikatakan Kuryana, ada beberapa opsi yang ditawarkan pihak perusahaan dan Pemkab OKU, di antaranya, perusahaan mengupayakan pinjaman kepada pihak ketiga untuk menalangi pembayaran gaji, atau perusahaan memberikan kuasa kepada karyawan untuk memanen buah, di mana hasil penjualan untuk membayar gaji karyawan.

“Tapi jika opsi itu masih tidak diterima, kami Pemerintah OKU tidak bisa lagi mengupayakannya, jadi langkah terahir silakan menempuh jalur hukum,” tegas bupati.

Setelah mendengar penjelasan bupati,
ribuan karyawan PT Minanga ogan bersama serikat pekerja menyepakati untuk melakukan panen buah sawit yang nantinya akan diakomodir oleh pihak perusahaan. Di mana hasil penjualan buah sawit diperuntukkan untuk membayar gaji, sembari menunggu keputusan kerja sama dengan PT Mitra Ogan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.