Mirip Ebola, Disease X Disebut Peneliti Berpotensi Menjadi Pandemi Berikutnya

Ilustrasi Disease X

Jakarta, Sumselupdate.com – Menyusul laporan munculnya kasus penyakit ‘misterius’ di Republik Demokratik Kongo, negara-negara lain ikut mewaspadai Disease X yang diprediksi jadi pandemi berikutnya. Rusia menyebut tengah memantau situasi pasca laporan tersebut.

Rospotrebnadzor (pengawas keamanan konsumen – TASS) memantau dengan cermat laporan tentang setiap wabah penyakit menular, baik infeksi baru maupun berulang, di seluruh dunia,” kata pernyataan otoritas kesehatan setempat.

“Tidak ada kasus dengan gejala serupa yang terdeteksi di Rusia,” lanjut pernyataan tersebut, dikutip dari Russian News.

Hingga kini otoritas kesehatan setempat mengaku tak memiliki cukup informasi mengenai penyebab disease X. Namun, mereka berasumsi jika penyakit tersebut muncul karena sifat alami virus.

Begitu pula dengan data terkait seberapa menular dan mematikan disease x, hingga kini belum diketahui.

“Munculnya penyakit baru, termasuk yang berpotensi pandemi tinggi, merupakan bagian dari proses evolusi alami. Oleh karena itu, keanekaragaman mikroorganisme di sekitar kita harus dipelajari secara permanen dan sistematis,” tutur otoritas kesehatan setempat.

Apa saja gejala yang timbul?
Dikutip dari CNN, Profesor Jean-Jacques Muyembe Tamfum, salah satu ilmuwan pertama yang menemukan virus Ebola, memperingatkan disease X yang jauh lebih mematikan, yang menular dari hewan ke manusia, diprediksi sebagai pandemi berikutnya.

Berdasarkan laporannya, seorang pasien wanita di Ingende, sebuah kota di Republik Demokratik Kongo (DRC), menunjukkan gejala awal seperti demam berdarah.

Namun, saat dites Ebola, hasilnya menunjukkan negatif, begitu pula saat dites virus lain. Wanita ini belakangan sembuh, tetapi dokter tidak dapat memastikan asal penyakit yang gejala lainnya juga tampak seperti infeksi Ebola. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.