Merasa Dijebak, Taufik Meminta Dibebaskan Dari Hukuman Mati

Taufik Hidayat alias Opik dituntut hukuman mati oleh JPU Kejati Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com – Terdakwa kasus Narkotika jenis shabu dengan berat brutto 25 kilogram, Taufik Hidayat alias Opik dituntut hukuman mati oleh JPU Kejati Sumsel.

Hal tersebut diketahui dalam sidang virtual yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Palembang Klas1A Khusus Sumsel, Kamis (10/6/2021) lalu.

Bacaan Lainnya

Adapun dalam perkara tersebut dikatakan oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH tidak ada hal yang meringankan, sehingga terdakwa dituntut hukuman pidana mati oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Yang pertama dengan pasal yang dikenakan, pasal 114 ayat 2 tentang narkotika, serta banyaknya barang bukti yang didapat dari terdakwa. Untuk itu JPU menuntut terdakwa dengan hukuman mati,” ujar Khaidirman

Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa Taufik Hidayat melalui kuasa hukumnya, Nala Praya SH, meminta untuk dibebaskan dari jerat hukuman mati, karena menilAi dirinya dijebak oleh seorang yang menjadikan dirinya kambing hitam dalam kasus Narkotika ini.

“Pada intinya seperti yang dikatakan klien kami, terdakwa Taufik Hidayat merasa Dijebak oleh seorang bernama Rahman (DPO). Rahman ini lah yang menyuruh klien kaki untuk mengambil barang haram tersebut, dan setibanya di lokasi pengambilan barang, klien kami langsung ditangkap petugas kepolisan,” ujar Nala saat dikonfirmasi usai persidangan Pledoi, Senin (14/6/2021).

Nala menjelaskan dalam pembelaannya menyampaikan bahwa, terdakwa tidak ada niatan menerima barang haram tersebut.

“Oleh karenanya selaku kuasa hukum, kami meminta pada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari pasal dalam dakwaan dan tuntutan JPU,” jelasnya.

Selain itu Nala Praya juga mengatakan bahwasanya dalam fakta persidangan terdakwa Taufik Hidayat mengaku, tidak mengetahui jika barang yang dimaksud adalah Narkotika.

“Dalam fakta persidangan klien kami megatakan dirinya tidak mengetahui jika barang yang dijemputnya, atas perintah Rahman (DPO) adalah Narkotika dengan berat netto 23 kilogram. Rahman mengatakan jika barang yang dimaksud hanya alat-alat untuk mobil,” jelasnya

Atas pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa Taufik Hidayat pada sidang virtual yang diketuai oleh hakim Erma Suhartini SH MH, JPU meminta waktu satu hari untuk mempersiapkan tanggapannya atas pembelaan terdakwa.

Sidang akan kembali digelar besok Selasa (14/6/2021). (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.