Palembang, Sumselupdate.com – Sesuai dengan undang-undang, pendidikan di universitas dituntut memenuhi minimal 40 persen para dosen sudah mengenyam pendidikan Strata Tiga (S3).
Berangkat dari itu, guna meningkatkan mutu pendidikan, 95 dosen di Universitas PGRI Palembang saat ini tengah menempuh pendidikan S3 di berbagai Universitas di Indonesia.
Selain itu, Universitas PGRI Palembang saat ini sudah menjalankan Kurikulum Kampus Merdeka.
Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor Universitas PGRI Palembang Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi, CIQaR di sela acara Wisuda S1 ke-58, S2 ke-32 di Hotel Santika Premiere, Rabu (18/5/2022).
Agar terkategori memenuhi kampus Unggul dengan minimal 40 persen dosen memiliki jenjang Pendidikan S3, Universitas PGRI Palembang tengah mengirim 95 dosen menempuh pendidikan S3.
“Sesuai UU 2024-2025 nanti suatu perguruan dikatakan baik jika di setiap program studi setidaknya 40 persen dosen linier sudah mengenyam pendidikan S3,” kata Bukman Lian.
Saat ini para dosen sudah ada yang sudah menempuh semester 1, 2, dan 3.
Maka setidaknya dua sampai tiga tahun lagi, 61 persen dosen Universitas PGRI Palembang sudah berpendidikan S3.
“Karena jika 50 persen ke atas maka SDM universitas kita menjadi lebih unggul,” katanya.
Sementara untuk sarana dan prasarana, terus ditingkatkan dan dikembangkan. Salah satunya ruang visual hybrid untuk ruang perpaduan daring dan offline. Bedanya, yang online serasa ada di dalam kelas.
Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Pengurus Besar (PB) PGRI Palembang Dr. Hj. Meilia Rosani, SH, MH mengatakan, Universitas PGRI Palembang dalam waktu dekat menyediakan ruang kelas khusus untuk perkuliahan Blended dan Hybrid Learning untuk pembelajaran.
“Dalam meningkatkan kualifikasi dosen-dosen kami sesuai dengan tuntutan badan akreditasi perguruan tinggi bahwa dosen kami minimal 40 persen itu harus berkualifikasi S3,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto, SPd, MM mengatakan, untuk meningkatkan kualitas universitas pihaknya sudah meminta BPH agar melakukan studi kelayakan untuk membuka Program Studi Kedokteran.
“Jadi kita sudah akan tampil beda, tidak hanya pendidikan secara umum tapi kita akan membuka pendidikan profesional yaitu kedokteran,” katanya.
Sementara itu, berkaitan mahasiswa S1 dan S2 yang mengikuti wisuda totalnya sebanyak 639 orang dengan dibagi menjadi dua sesi wisuda.
Untuk Rabu (18/5/2022) ada 320 orang dan Kamis (19/5/2022) ada 319 perserta. (iya)











