Melirik Bisnis Tanah Kaplingan yang Menjanjikan

Rabu, 6 Januari 2016

Palembang, SU — Pertumbuhan penduduk semakin cepat, sementara lahan untuk didirikan rumah di pusat perkotaan semakin sempit. Kondisi ini membuat daerah pinggiran semakin dilirik. Bagi mereka yang berjiwa bisnis, kondisi tersebut sebuah peluang. Salah satu bisnis yang kian menjanjikan itu adalah jual beli tanah kaplingan.

Salah satu pelaku usaha yang menjalankan bisnis jual beli tanah kaplingan itu adalah Rudi Hartono, SAP. Pria kelahiran Palembang 28 April 1986 ini, sudah lama melakoni bisnis jual beli tanah.

Bacaan Lainnya

Namun untuk terjun ke bisnis jual beli tanah kaplingan baru dilakukannya November 2015. Bersama istrinya Frisca Ayu Dwi Putri, dia mencoba menawarkan tanah kaplingan kepada masyarakat seluas 1,5 hektar di Jalan Soak Batang Kelurahan/Kecamatan Gandus, Palembang.

Ternyata respon masyarakat luar biasa. Dari 70 kapling yang ditawarkan, hanya hitungan hari 40 kapling tanah laku terjual.

Rudi yang kesehariannya akrab disapa Ujang ini mengaku tak kaget dengan cepatnya tanah kaplingan yang ditawarkannya laris manis.

Ayah dari Muhammad Rayhan Al Fatih (3,5 tahun) dan Fawwas Maulana (1,2 tahun) ini mengatakan, tingginya respon masyarakat lantaran sempitnya lahan di pusat kota, Selain itu, trend masyarakat untuk melakukan investasi jangka panjang semakin tinggi.

Selain itu, tingginya respon masyarakat karena harga satu kaplingan seluas 15X10 meter persegi yang ditawarkannya cukup berkompetitif.

Jika konsumen ingin membeli tanah dengan cara kredit, total harga yang ditawarkan Rp31 juta. Harga jual tanah itu bisa diansur per bulan sebesar Rp520 ribu tanpa mengeluarkan uang DP. Sedangkan jika konsumen membeli tanah dengan cara kontan, harga ditawarkan mencapai Rp27 juta.

“Kebanyakan pembeli kita kalangan menengah ke atas dan PNS. Mereka membeli rata-rata dua kapling dan bahkan ada sepuluh kapling sekaligus,” katanya.

Menurut Ujang, persaingan di bisnis jual beli tanah kaplingan ini cukup ketat. Namun dia tak khawatir akan hal tersebut, sebab dia memiliki prinsip berbisnis yakni mengutamakan kejujuran.

Kejujuran itu ditunjukkannya dengan memberikan seluruh hak kepada konsumennya. Masing-masing tanah konsumennya sudah diberi patok cor semen.

Selain itu, ada satu kapling yang diwakafkannya untuk dibangun mushala. Tak kalah penting, surat tanah induk sudah dipecah sehingga jika konsumen ingin membuat sertifikat tanah sangat gampang.

“Dalam berbisnis saya tak mau mengecewakan konsumen. Karena itu, dalam menjual tanah kaplingan ini seluruh hak konsumen saya penuhi,” ujarnya.

Tingginya respon masyarakat terhadap tanah kaplingan ini, membuat Ujang berencana membuka jual beli tanah kaplingan tahap kedua di Jalan Kepuh, Kelurahan/Kecamatan Gandus, Palembang seluas satu hektar.

Membuka Rumah Makan

Sebelum terjun menekuni bisnis jual beli tanah kaplingan, Ujang terlebih dahulu membuka usaha kuliner dengan nama Rumah Makan Kepuh di Jalan Soekarno-Hatta, Tanjung Barangan Ruko No 1, Kecamatan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I Palembang.

Bisnis kuliner yang menawarkan panganan pindang patin dan pindang tulang dengan cita rasa tersendiri, membuat rumah makannya mulai dilirik masyarakat.

Untuk menambah pendapatan, Ujang menerapkan sistem penjualan dengan menawarkan katering di berbagai perusahaan. Saat ini RM Kepuh sudah melakukan kerja sama dengan PT Enseval, Mitshubisi, Nissan, dan perusahaan lainnya. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.