Melawan Petugas, Penjual Senpi Rakitan Dipaksa Mencium Tanah

Tersangka Najamudin diamankan di Mapolda Sumsel, Minggu (19/6).

Palembang, Sumselupdate.com  –Najamudin Bin Muhammad Akil (35), tergolong sangat professional dalam memperjual belikan senjata api rakitan.

Namun dari benda berbahaya itu juga, dia harus merasakan bagaimana  perihnya saat timah panas menembus kulit dan tulang di kedua kakinya.

Bacaan Lainnya

Tersangka dipaksa mencium tanah usai tiga butir timah panas dilepaskan petugas unit 1 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Antoni Adhi, SH, MH.

Tersangka terpaksa dilumpuhkan lantaran melawan petugas saat hendak ditangkap saat melintas di Jalan Panca Usaha depan RS Bari Palembang, Kamis (16/6), sekitar pukul 14.00.

Najamudin yang merupakan warga Jalan Porka No 488, RT 12, RW 03, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, diamankan bersama barang bukti senpira warna silver jenis revolver beserta 4 amnusi aktif dan 1 selongsong amunisi.

Penangkapan berawal tatkala  petugas yang mendapat informasi jika tersangka akan melakukan menjual senpira secara illegal.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak cepat dengan melakukan penyamaran berpura-pira membeli senpi rakitan tersebut kepada pelaku.

Saat melakukan transaksi di kawasan Stasiun Kereta Api dan menetapkan harga sebesar Rp2 juta, tersangka langsung ditangkap.

Namun saat hendak ditangkap, tersangka Najamudin berusaha kabur dan melawan petugas.

Kejar-kejaran tak terhindarkan. Barulah di Jalan Panca Usaha tersangka dapat dilumpuhkan.

Selanjutnya tersangka bersama barang bukti digelandang di Mapolda Sumsel untuk diproses secara hukum.

Di hadapan petugas, tersangka Najamudin mengaku nekat menjadi menjual senpi rakitan karena imbalan yang lumayan menggiurkan.

Sementara senjata api yang dipegangnya saat penangkapan, menurut bapak dua anak ini milik kenalannya.

“Senjata itu milik Jiwen,  budak Kertapati, aku cuma kurir bae, baru satu hari di tangan. Rencananya senjata nak dijual duo juta dengan Hafiz, warga 5 Ulu. Aku dapat hanya dua ratus ribu,” ujar mantan karyawan perusahaan swasta yang bergerak di bidang kimia pertanian di Kota Palembang ini.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TH Monang melalui Kasubdit III AKBP Hans Rahmatullah, Minggu (19/6), mengatakan, tersangkan dijerat dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman 15 tahun penjara. (ery)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.