Massa Segel Kantor Bupati Muratara, Asisten I: Kami Serahkan Pada Polisi

Penyegelan yang dilakukan pengunjuk rasa di Kantor Bupati Muratara.

Laporan : Marwan Ashari

Muratara, Sumselupdate.com – Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Muratara melakukan unjuk rasa di Kantor Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (3/2/2021). Lantaran tidak ada kejelasan selama melakukan aksi, massa pun melakukan penyegelan kantor Bupati Muratara.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal ini, Asisten I Tata Pemerintahan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), H Susyanto Tunut, menegaskan masalah penyegelan Kantor Bupati Muratara  diserahkan kepada aparat Kepolisian.

Penyegelan yang dilakukan pendemonrasi tidak mendasar dan mengganggu pelaksanaan tugas pemerintah. Apalagi saat ini, Pemkab Muratara sedang menerima Tim Audit BPK yang melaksanakan Tugas Audit Pelaksanaan APBD 2020 dan Tim Inspektorat Provinsi yang memeriksa Pelaksanaan Akhir Tugas Bupati.

“Kita serahkan kepada aparat Kepolisian,” ujarnya, kepada awak media, Rabu (3/2/2021).

Dia menambahkan, Pemkab Muratara sama sekali tidak mempermasalahkan masyarakat menyampaikan aspirasi. Itu telah menjadi hak semua warga.

“Silakan warga menyampaikan aspirasi. Itu merupakan hak masyarakat,” katanya.

Tapi, ia menyesalkan ada oknum yang memaksa pegawai keluar kantor dan melakukan penyegelan. Ini jelas tindakan tidak berdasar dan berindikasi mengganggu pelaksanaan tugas pemerintah.

“Jadinya, Pemkab Muratara yang sedang menerima Tim Audit BPK yang melaksanakan Tugas Audit Pelaksanaan APBD 2020 dan Tim Inspektorat Provinsi yang memeriksa Pelaksanaan Akhir Tugas Bupati menjadi terganggu,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Muratara menggelar aksi demonstrasi. Aksi dilakukan menuntut transparansi pengelolaan anggaran di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Setelah melakukan orasi perwakilan pendemo diundang ke ruang Bupati Muratara untuk menyampaikan aspirasi kepada BPK. Namun baru menyampaikan aspirasi, oknum BPK pergi meninggalkan ruangan.

Karena tidak ada kejelasan terkait aksi tersebut, sejumlah orang melakukan sweeping di ruangan-ruangan yang ada di Kantor Bupati Muratara. Kemudian memutuskan untuk melakukan penyegelan Kantor Bupati, hingga ada kejelasan atau klarifikasi dari BPK dengan waktu yang tidak di tentukan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.