Mantan Kadis PUCK Muba Langsung Ditahan

KONFERENSI PERS-Kepala Kejaksaan Negeri Muba Suyanto melalui Kasi Pidsus Arie Apriansyah, SH, MH, menggelar jumpa pers di Kantor Kejaksaan Negeri Muba, Kamis (6/8/2020).

Laporan : Edi Setiawan

Sekayu, Sumselupdate.com- Setelah penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin (Muba) melimpahkan tersangka ZA (mantan Kadis PU CK dan Pengairan) beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muba.

Penyidik Kejari Muba langsung melakukan penahanan terhadaap tersangka ZA di Lapas Kelas II B Sekayu. Penahanan tersangka ZA atas kasus dugaan korupsi Gedung Serba Guna (GSG) Sekayu tahun anggaran 2015.

“Hari ini bidang Pidsus Kejaksaan Negeri Muba telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti, dari penyidik Polres Muba atas nama tersangka berinisial ZA, ” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Muba Suyanto melalui Kasi Pidsus Arie Apriansyah, SH, MH, saat menggelar jumpa pers di Kantor Kejaksaan Negeri Muba, Kamis (6/8/2020).

Arie mengatakan, tersangka ZA sendiri merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya, yakni  atas nama terpidana Dedi dan kawan-kawan, yang diduga melakukan tindak pidana korupsi pelaksanaan penyelesaian pembangunan GSG Sekayu pada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Pengairan Kabupaten Muba tahun anggaran 2015.

Dikatakan Arie, terhadap tersangka ZA, Kejaksaan Negeri Muba langsung melakukan penahanan di Rutan Lapas Kelas II B Sekayu selama 20 hari ke depan. Terhitung sejak tanggal 6 Agustus–25 Agustus 2020.

Dia melanjutkan, tersangka dijerat melanggar Primer Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipidkor.

“Kita melakukan penahanan ini dengan mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, dari proses penyidikan hingga penyerahan tahap kedua ini. Tersangka sendiri tidak mengakui perbuatannya. Selain itu juga, untuk mempermudah proses jalannya persidangan,” ujar dia.

“Nantinya akan kita persiapkan administrasi pelimpahan. Agar tersangka dapat dipindahkan ke rutan pakjo palembang,” tambahnya.

Sekadar informasi, berdasarkan hasil audit dari BPK RI dari kegiatan pembangunan GSG Sekayu  di Kelurahan Kayu Are Kecamatan Sekayu Muba Tahun Anggaran 2015, ditemukan kerugian negara sebesar Rp3.286.850.679.

Adapun keempat terpidana pembangunan GSG telah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang.

Di mana Deddy Adrian mantan Kabid Bangunan PUCK Muba divonis 4 tahun penjara, pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Serta membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp700 juta, jika tidak diganti pidana penjara selama 3 tahun.

Kemudian, Januarizkhan divonis 7 tahun penjara denda sebesar Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan dan membayar UP sebesar Rp1.580.900.679,39, jika tidak diganti pidana penjara selama 5 tahun.

Sedangkan Harisandy dan Adriansyah masing–masing dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, denda sebesar Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.