Palembang, Sumselupdate.com – Manajemen tempat hiburan malam Panhead Palembang kembali angkat bicara terkait kasus penembakan yang menewaskan Pratu Ferischal dan diduga dilakukan oleh tersangka Sertu MRN, Senin (18/5/2026).
Pihak manajemen mengklaim prosedur keamanan telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebelum insiden penembakan terjadi.
Penasihat Hukum Manajemen Panhead, Andika Anadalan Tama SH, mengatakan petugas keamanan telah melakukan pemeriksaan terhadap setiap pengunjung yang datang ke lokasi, termasuk pemeriksaan badan dan barang bawaan.
Menurutnya, proses pemeriksaan tersebut juga terekam dalam kamera pengawas atau CCTV yang dimiliki pihak manajemen.
“Yang kami lihat di CCTV dan dari evaluasi security, kami mendengar penjelasan bahwa senjata api itu diduga lolos seperti korek api. Mungkin alat metal detector kami terlewat, sehingga ke depan kami juga akan menggunakan alat X-ray,” ujar Andika, Senin (18/5/2026).
Ia menyebutkan pihak manajemen menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi serius untuk meningkatkan sistem keamanan di tempat hiburan tersebut.
Selain memperketat pemeriksaan pengunjung, manajemen juga berencana menambah fasilitas pendukung keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Terpisah, Andika menjelaskan bahwa pasca-peristiwa penembakan tersebut, operasional tempat hiburan Panhead hingga kini masih dihentikan sementara.
Hal itu lantaran lokasi kejadian perkara (TKP) di dalam tempat hiburan malam tersebut masih dipasang garis polisi untuk kepentingan proses penyelidikan.
“Sehari saja kami tidak beroperasi, kerugian omzet kami sudah sangat besar karena ada sekitar 60 karyawan yang bergantung di sana,” katanya.
Sementara itu, Manajer Panhead, Anto, mengungkapkan bahwa baik Pratu Ferischal maupun Sertu MRN diketahui merupakan pengunjung yang cukup sering datang ke tempat hiburan tersebut.
Menurutnya, berdasarkan catatan buku resepsionis, keduanya tercatat beberapa kali mendatangi Panhead sebelum insiden penembakan terjadi.
“Kalau dilihat dari buku resepsionis, memang ada beberapa kali datang ke Panhead,” ujar Anto.
Saat ini, kasus penembakan tersebut masih dalam penanganan aparat berwenang, sementara pihak manajemen menyatakan akan tetap kooperatif mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.
(**)










