Palembang, Sumselupdate.com – Selain mengkritisi sikap Rektorat yang seakan menormalisasi peristiwa pelecehan seksual yang dialami mahasiswanya saat menjalankan KKN. BEM FH UMP juga menolak wacana perpanjangan masa jabatan Rektor, Jum’at (12/09/2025).
Penolakan masa jabatan Rektor yang telah menjalani 10 tahun dengan delapan tahun jabatan dan dua tahun perpanjangan itu dilakukan BEM FH UMP dengan melakukan di kampus hukum.
Mereka membentangkan spanduk sepanjang 5 meter berisi desakan untuk segera dilakukan pembukaan penjaringan Rektor UMP yang baru.
Penolakan itu menyusul surat rekomendasi yang diterbitkan Pengurus Wilayah Muhamadiyah Sumsel yang kembali merekomendasikan perpanjangan masa jabatan rektor.
“Kami mendesak BPH, Rektor, dan Senat UMP segera memproses pemilihan rektor dah membentuk panitia pemilihan rektor baru,” ucap Egi.
Baca juga : Kasus Pelecehan Mahasiswi Unsri, Dua Dekan Diperiksa Polisi
Sekaligus mendesak Pengurus Wilayah Muhamadiyah Sumsel turut mengawasi jalannya proses pemilihan rektor baru UMP untuk periode 2025-2029.
Sebab faktanya, diungkap oleh Egi hingga kini BEM FH UMP belum menerima informasi lebih lanjut terkait persiapan pemilihan rektor baru.
“Kami merasa terkhianati apabila aturan aturan yang dikangkangi tanpa diindahkan,” tegas Egi. (**)
Baca juga : BEM DPM FH UMP Kecam Sikap Rektorat Menormalisasi Kasus Pelecehan Mahasiswinya











