Mahasiswa Indonesia di Italia Tawarkan Model Enam Pilar untuk Transformasi Digital UMKM Kediri

Writer: - Selasa, 28 Oktober 2025
Ridha Bahrul Ulum, mahasiswa S2 University of Padua sekaligus Direktur Festival Luar Negeri PPI Dunia 2025/2026 berfoto bersama usai mempresentasikan policy brief bertema transformasi digital dan kolaborasi enam pilar di hadapan Duta Besar Republik Indonesia serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam ajang IGNITE PPI Italia 2025 di Roma. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Roma, Sumselupdate.com – Mahasiswa Indonesia di Italia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ridha Bahrul Ulum, mahasiswa S2 University of Padua sekaligus Direktur Festival Luar Negeri PPI Dunia 2025/2026, mempresentasikan policy brief bertema transformasi digital dan kolaborasi enam pilar di hadapan Duta Besar Republik Indonesia serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam ajang IGNITE PPI Italia 2025 di Roma.

Acara Indonesian Global Nexus for Intellectual Thought and Excellence (IGNITE) PPI Italia 2025 digelar di Fakultas Ekonomi Universitas Roma “Tor Vergata” pada 23–24 Oktober 2025.

Read More

Forum ini mempertemukan mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas di Italia dengan latar belakang pendidikan yang beragam—mulai dari teknik, ekonomi, hingga hubungan internasional—untuk berbagi gagasan strategis yang relevan bagi pembangunan nasional.

Dalam forum tersebut, Ridha memaparkan hasil riset berjudul Adaptasi Pembelajaran Model Transformasi Digital dari Region Veneto untuk Akselerasi UMKM Kota Kediri.

Ia mengangkat praktik terbaik dari ekosistem inovasi di Region Veneto, Italia, yang dinilai berhasil mendorong transformasi digital sektor usaha kecil dan menengah melalui sinergi lintas sektor.

Terinspirasi Ekosistem Inovasi Veneto

Region Veneto dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat adopsi teknologi industri tertinggi di Eropa. Keberhasilannya tidak hanya bertumpu pada investasi teknologi, tetapi juga kolaborasi kuat antara universitas, lembaga riset, industri, dan pemerintah daerah.

Salah satu contohnya adalah SMACT Competence Center di University of Padua yang berfokus pada pengembangan teknologi Social, Mobile, Analytics, Cloud, dan Internet of Things (IoT).

Dengan dukungan pemerintah Italia, lembaga ini menyediakan asesmen kematangan digital, pelatihan intensif, serta pendampingan bagi UMKM.

Model serupa juga diterapkan oleh Galileo Visionary District yang berperan sebagai penghubung antara riset akademik dan kebutuhan industri melalui program inkubasi serta inovasi terbuka.

Kolaborasi Enam Pilar untuk UMKM

Dalam policy brief-nya, Ridha menawarkan konsep kolaborasi enam pilar—Academia, Business, Community, Government, Media, dan Legal—sebagai kerangka strategis percepatan transformasi digital UMKM di Indonesia.

  • Academia berperan dalam penelitian dan pelatihan teknologi digital.
  • Business menjadi penggerak penerapan inovasi di lapangan.
  • Community membangun literasi dan kesadaran digital masyarakat.
  • Government memastikan regulasi dan pembiayaan berjalan efektif.
  • Media menyebarluaskan informasi dan praktik baik digitalisasi.
  • Legal sector menjamin perlindungan hukum dan data digital.

Model ini diadaptasi dari praktik kolaboratif di Veneto yang terbukti meningkatkan produktivitas usaha kecil. Berdasarkan laporan Intesa Sanpaolo–SMACT tahun 2024, perusahaan yang mengadopsi teknologi digital mencatat produktivitas 14.000 euro lebih tinggi per pekerja dibandingkan perusahaan non-digital.

Arah Implementasi di Kota Kediri

Ridha menilai Kota Kediri memiliki potensi besar untuk mengadaptasi model tersebut. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri tahun 2024, terdapat lebih dari 10.000 UMKM di daerah tersebut, dengan peningkatan jumlah usaha hingga 72 persen dalam tiga tahun terakhir.

Beberapa langkah yang direkomendasikan dalam policy brief tersebut antara lain:

  1. Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Region Veneto.
  2. Pembentukan Tim Kolaborasi Enam Pilar di tingkat daerah.
  3. Pelaksanaan proyek percontohan pada UMKM unggulan seperti produsen tahu takwa dan tenun ikat.
  4. Pendirian Digital Business Hub di Kediri sebagai pusat pelatihan dan inkubasi bisnis berbasis teknologi.
  5. Peluncuran program Global Innovation and Showcase untuk memperkenalkan produk UMKM ke pasar internasional.

Program tersebut dirancang dalam kurun waktu 20 bulan dengan target melatih sedikitnya 500 pelaku UMKM agar mampu mengintegrasikan bisnis mereka ke jaringan Enterprise Europe Network.

Dorong Diplomasi Inovasi dari Daerah

Paparan Ridha mendapat perhatian karena menekankan pendekatan bottom-up atau dari daerah ke pusat. Menurutnya, inovasi dan kolaborasi perlu tumbuh dari kebutuhan nyata di lapangan agar transformasi digital berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

“Melalui penguatan kapasitas daerah seperti di Kediri, kita dapat mendorong pertumbuhan digital yang inklusif dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ketua Pelaksana IGNITE 2025, Sheperd Karauwan, menilai bahwa semangat para mahasiswa Indonesia di Italia mencerminkan komitmen untuk berkontribusi terhadap tantangan global.
“Dua hari kegiatan ini menunjukkan bahwa meskipun jauh dari tanah air, para cendekiawan muda Indonesia tetap menjadi bagian dari perubahan positif,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPI Italia 2024/2025, Dimas Prasetia Trihermanto, berharap kegiatan IGNITE 2025 dengan tema Sustainable Development in Agriculture menjadi momentum bagi mahasiswa Indonesia di Italia untuk berperan aktif dalam perubahan global, bukan sekadar ajang seremonial.

Harapan ke Depan

Ridha berharap policy brief yang ia sampaikan dapat menjadi langkah awal kerja sama konkret antara Kota Kediri dan Region Veneto. Ia menilai, jika inisiatif ini diterapkan secara konsisten, Kediri berpotensi menjadi daerah percontohan transformasi digital UMKM di Indonesia, sekaligus pelopor kolaborasi lintas pilar yang menghubungkan pengetahuan lokal dan global.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts