Palembang, Sumselupdate.com – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) melakukan seleksi Test of English for International Communication (TOEIC).
Hal ini dilatari untuk mengukur sejauh mana Mahasiswa Baru bisa berbahasa Inggris. Dan juga mengajarkan mahasiswa bisa berbahasa Inggris saat memasuki dunia kerja nanti nya.
Saat ditemui usai menguji mahasiswa baru di UIGM, Ketua panitia tes TOEIC dari Jakarta, Mutiara Ayu mengatakan dirinya bersama tim sengaja datang untuk menyosialisasikan TOEIC.
“Tentu saja beda dengan tes TOEFL yang cenderung ke dunia pendidikan, kalau TOEIC fokusnya belajar untuk memasuki dunia kerja. Apalagi hanya beberapa Perguruan Tinggi di kota Palembang yang sudah menerapkan tes ini,” katanya.
Biasanya tes ini digunakan oleh perusahaan ataupun lembaga pendidikan setingkat dengan SMA yang bertujuan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris calon karyawan maupun siswa.
“Perlu diketahui lagi, tes ini tidak termasuk tes akademik, melainkan tes internasional untuk mengukur kemampuan mengenai vocabulary dan grammar. Sampai sekarang masih banyak yang belum mengetahui apa itu tes TOEIC terutama pada kalangan pelajar, mahasiswa maupun pekerja. Karena tes bahasa Inggris yang banyak diketahui ini yakni TOEFL, padahal TOEIC sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin terjun langsung ke dunia kerja sekarang,” jelasnya.
Sebagai contohnya, di Malang TOEIC hanya dikenal sebagai tes untuk anak SMK karena pemerintah Malang memperkenalkan TOEIC sebagai bekal bagi para lulusan SMK agar memiliki daya saing serta daya jual dalam dunia kerja.
“Sedangkan di dunia perbankan, TOEIC lebih dulu dikenal dan dipakai sebagai persyaratan untuk promosi jabatan ataupun kenaikan jabatan baru,” bebernya.
TOEIC sendiri tipe tes bahasa inggris yang hanya mengukur kemampuan bahasa Inggris calon pekerja dalam lingkungan internasional dalam kesehariannya.
“Makanya kami ingin mereka bisa memahami dan mengukur seberapa bisa mereka berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan orang lain dalam dunia bisnis, sehingga mereka tidak kebingungan lagi dalam cara berbahasa Inggris nantinya,” pungkasnya. (sbw)











