Lulus Program Doktor dengan IPK 4.00, Muhammad Juliansyah Putra: Usaha Tidak Mengkhianati Hasil

Selasa, 13 Juli 2021
Dr Muhammad Juliansyah Putra, SIP, MSi, CIQaR saat mengikuti Sidang Promosi Doktor Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Pascasarjana Universitas Padjajaran Bandung pada 28 Juni 2021.

USIA muda bukan halangan meraih gelar tertinggi dalam jenjang pendidikan, Strata Tiga. Justru di usia muda, dengan semangat membaja meraih peluang sukses yang lebih luas terbentang.

Inilah yang dilakukan sosok anak muda yang dari usia masih sangat muda namun dirinya sudah membuktikan bahwa tak harus menunggu usia lanjut untuk meraih jenjang tertinggi.

Read More

Dr Muhammad Juliansyah Putra, SIP, MSi, CIQaR pada tanggal 28 Juni 2021 melalui Sidang Promosi Doktor Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Pascasarjana Universitas Padjajaran Bandung berhasil membuktikan dirinya lulus dengan nilai IPK 4,00.

Luar biasa, kata yang pantas untuknya karena dengan IPK 4,00 sebagai pembuktian kerja keras dan kesungguhan dirinya meraih apa yang sudah dirintisnya selama dua tahun 10 bulan di Universitas Padjajaran Bandung yang notabene adalah universitas terkemuka di Indonesia dengan jaminan kualitasnya.

Berpenampilan tenang bahkan terkesan sedikit bicara namun ketika dibincangi di ruang kerjanya, Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, pria yang akrab disapa Yayan ini ternyata sangat familiar.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi, CIQaR mengikuti dengan seksama Sidang Promosi Doktor Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Pascasarjana Universitas Padjajaran Bandung pada 28 Juni 2021.

Senyum selalu mengembang setiap menjelaskan bagaimana dirinya berproses sehingga bisa meraih gelar doktor dengan nilai tertinggi.

Alhamdulilah, itu semua berkat doa kedua orang tua, saudara, dan seluruh civitas akademika Universitas PGRI Palembang khususnya,” ujarnya ketika menjawab ucapan selamat atas gelar doktor yang diraihnya beberapa hari lalu.

Putra keempat Dr H Bukman Lian, MM, MSi, CIQaR, Rektor Universitas PGRI Palembang ini pada 28 Juni 2021sudah melaksanakan Sidang Promosi Doktor Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Pascasarjana Universitas Padjajaran Bandung dengan raihan IPK 4.00.

Doktor Ilmu Administrasi dengan peminatan konsentrasi administrasi bisnis dan dengan kajian risetnya di bidang pariwisata yang dilakukan di Kota Palembang.

Dr Muhammad Juliansyah Putra, SIP, MSi, CIQaR berfoto bersama ayahanda tercinta Dr H Bukman Lian, MM, MSi, CIQaR.

Salah satu bidang kajian yang masih sangat langka diteliti di Indonesia. Jarang sekali pakar yang mengeluti bidang ilmu Administrasi, kajian disertasi di bidang pariwisata, tetapi Yayan mengambil kesempatan tersebut untuk menambah bidang ilmu lain yang sudah lebih dulu dipakari dengan sedikit proses yakni bidang Human Resource, Payroll, dan Kearsipan salah satunya adalah sebagai Auditor Kearsipan dari ANRI 2018 dan PIC Rekrut bersama BUMN 2019.

Dalam proses penelitian tersebut topik itu menjadi suatu daya tarik yang sifatnya magis dan sexy untuk bidang pariwisata.

“Dalam prosesnya, orang-orang yang ditemui mulai dari yang memang turun langsung pada bidang pariwisata, mengunjungi destinasi pariwisata dan berbagai bidang yang terkait pariwisata sampai kepada pejabat dan semua stake holders terkait. Jadi pada saat meneliti pun tidak terasa,” ujarnya memulai perbincangan.

Sempat terdiam sejenak ketika ditanya apakah dirinya meraih gelar doktor di usia muda karena termovitasi sang ayah Dr H Bukman Lian, MM, MSi, CIQaR yang lebih dulu meraih dan saudaranya Dr Alhadi Yan Putra, SE, SSos, MSi, namun lagi-lagi sambil tersenyum Yayan dengan mantap menjawab.

“Ada kata yang memang sudah diwariskan dari bapak dan orang tua kami, investasi yang sangat berharga dan diwariskan serta bisa diajarkan itu adalah pendidikan. Karena pendidikan itu adalah investasi yang bakal long lasting sampai dengan usia kapan pun. Jadi ketika kamu nanti punya pendidikan yang tinggi, nanti di masyarakat orang akan menilai kamu lebih baik dan demikian juga faktor lain. Jadi ketika kamu meraih pendidikan dengan gelar tertinggi orang-orang akan melihat kamu dan melihat manfaatnya. Investasi dan pendidikan yang saya lakukan itu punya manfaat buat diri saya, buat lingkungan kerja, buat organisasi tempat saya bernaung. Jadi investasi pendidikan adalah investasi terbaik,” ujarnya mantap.

Eksistensi dirinya di antara dua profesi baik sebagai akademisi yaitu dosen di Universitas PGRI Palembang maupun dirinya sudah berkiprah sebagai praktisi di BUMN terkemuka di Indonesia yakni PT Kereta Api Indonesia di Kota Bandung tempat dirinya menimba ilmu. mengharuskan Yayan untuk terus meng-upgrade diri meningkatkan pengetahuan terus belajar sampai dengan titik level maksimal dengan hasil yang maksimal.

“Jadi ketika saya mencapai hal itu maka mudah-mudahan apa yang saya dapatkan itu bermanfaat buat semua, buat diri saya, buat keluarga, buat organisasi masyarakat,” kata Yayan yang juga menyebutkan bahwa pepatah ‘Usaha Tak Mengkhianati Hasil’ memang sudah dibuktikannya dengan apa yang diraihnya ini.

Usia muda apakah tidak terganggu dengan raihan gelar doktor? (sambil tertawa), Yayan mengatakan dirinya pun tak luput dari rutinitas kaum milenial yang masih suka nongkrong, travelling, bermain game online, bergaul dengan segala pernak-pernik kehidupannya.

Dr Muhammad Juliansyah Putra, SIP, MSi, CIQaR bersama kedua orangtua.

“Saya masuk kaum milenial tapi saya ingin milenial yang berproduktif. Saya ingin mematahkan adanya stigma bahwa untuk meraih pendidikan di jenjang tertinggi tak harus menunggu usia tua. Jadi kalau milenial usia yang produktif itu sebenarnya punya kesempatan yang bagus kalau misalkan dia mau konsisten untuk menempuh pendidikan secara terus-menerus,” katanya seraya lagi-lagi menjawab bahwa nilai tertinggi yang diraihnya dengan IPK 4,00 adalah pembuktian bahwa dirinya bukan sekadar kuliah.

“Saya bukan hanya sekadar ya kuliah aja tapi saya tuh pengen bisa dan berprestasi, tidak hanya secara kuliahnya saja,” tambahnya seraya menyebutkan dalam risetnya mengedepankan model hexahelic sebagai satu model baru hasil dari pengembangan model pentahelix, satu model baru, memasukan unsur baru yaitu dalam model pengembangan harus ada unsur yang sebenarnya ada tapi apabila digaet digabungkan dikolaborasi itu akan membentuk suatu model yang mungkin akan lebih efektif dan implementatif yaitu unsur baru polition selain unsur Business, Government, Academic, Media dan Community.

Politicion itu punya peran yang sebenarnya di belakang layar atau pun depan layar. Konsep pengembangan pariwisata itu harus mampu menggabungkan enam unsur tersebut. Model pengembangan wisata harusnya karena memang model wisata yang harus dikolaborasi dengan unsur politis sebagai fasilitator dan akselerator dan apabila dari awal kita tahu nih dukungan ada dari unsur politisi yang berasal dari DPRD sangat luar biasa terlebih nanti pada saat pengesahan anggaran, mereka  dilibatkan dari awal,” kata Yayan panjang lebar.

Apakah masih ada target-target yang lain, Yayan mengatakan, waktu dekat ini dirinya kepingin berbakti dulu pada kampus almamater dan tempat kerja di BUMN tempatnya bernaung,

“Apa yang bisa saya bantu untuk menjadikan slogan Universitas PGRI Palembang sebagai Cyber University. Mulai dari hal kecil misalkan penggunaan QR Code yang mungkin belum digunakan di perguruan tinggi lain. Saya sudah coba implementasikan di sini. Absensi kita tidak lagi tanda tangan di atas kertas cukup scan barcode. Jadi kalau dengan slogannya kampus melaju dengan mutu, ya itu pas sekali. Nggak lagi zamannya tumpukan kertas di atas meja itu. Itu zaman lama banget, sekarang kita sudah menggunakan era digitalisasi,” ujar Yayan yang juga menyebutkan bahwa dirinya waktu di Bandung itu memiliki sertifikat sebagai auditor kearsipan dengan sertifikasi auditor Nasional.

Penyuka game ‘Mobile Legend’ mengaku dirinya pernah sebagai salah satu arsiparis atau senior supervisor terbaik nomor satu di seluruh wilayah dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) PT KAI (Persero) se-Indonesia tahun 2017 dan PIC Rekrutmen PT KAI (Persero) tahun 2018-2020 di berbagai Job Fair Kampus UNS, UGM, dan Job Fair Pemkab Banyumas.

Sementara itu, Dr H Bukman Lian, MSi, MM, sang ayahanda mengaku sosok Juliansyah Putra memang dididik dengan pola asuh visioner.

Berfoto bersama kedua orangtua dan keluarga tercinta usai Sidang Promosi Doktor Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Pascasarjana Universitas Padjajaran Bandung pada 28 Juni 2021.

Apapun kondisinya pendidikan harus menjadi poin penting bagi putra-putrinya. Tak perlu malu dengan profesi apapun selagi mengantarkan pada cita cita.

“Saya sampaikan walaupun tidak punya uang, sekolah itu penting. Berbekal kerja keras dan komitment itulah Yayan mampu meraih gelar Doktor dengan nilai sempurna 4,00 di Universitas Padjajaran Bandung dengan dukungan dari keluarganya,” kata Bukman Lian.

Bukman mencontohkan Yayan kecil ia dididik dengan tidak memanjakan anaknya tersebut. Jika meminta uang jajan anak anaknya harus membantu pekerjaan-pekerjaan rumah.

“Berkat didikan yang keras inilah alhamdulilah mereka menjadi pekerja yang keras dan disiplin,” kata Bukman Lian. (rel)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts