Live TikTok Bareng Iben, Cak Imin Ajak Anak Muda Jadi Anggota DPR

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar saat live TikTok dengan influencer Benjamin Adhisurya atau yang dikenal dengan nama Iben oleh TikTokers, Senin (25/10/2021) siang.

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengajak kaum muda untuk bercita-cita menjadi anggota Dewan.

Menurut dia, banyaknya penduduk Indonesia yang berasal dari kelompok muda harus menjadi modal memajukan negara.

Read More

Hal tersebut disampaikan Muhaimin Iskandar saat live TikTok dengan influencer Benjamin Adhisurya atau yang dikenal dengan nama Iben oleh TikTokers.

Perbincangan soal potensi anak muda ini disiarkan langsung di akun TikTok Iben, Senin (25/10/2021) siang.

“Jadi anggota DPR banyak yang kritik karena semua jenis orang berkumpul di sini. Itu wajar aja. Ada yang bilang gila karena peluang jadi anggota DPR itu tipis sekali. Tetapi kalau sudah terpilih memang puas,” kata Muhaimin.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menilai saat ini mimpi anak muda tidak hanya sekadar menjadi dokter, pilot, atau profesi konvensional lainnya. Anak muda masa kini punya cita-cita yang lebih inovatif, sehingga menurut Cak Imin,  profesi anggota DPR bisa dijadikan sebagai salah satu referensi.

“Jangan ragu, jangan takut untuk menjadikan cita-cita karena jadi anggota DPR ini jalan tol,” ucap Cak Imin.

‘Jalan Tol’ yang dimaksud adalah bagaimana anak muda bisa membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Sebab, kata Cak Imin, anak muda bisa banyak memperjuangkan kepentingan masyarakat jika menjadi anggota dewan.

“Yakin aja kalau mau jadi anggota DPR. Kayak Iben ini sudah punya modal, karena followernya banyak. Karena syarat jadi anggota DPR itu populer, dikenal dan dipilih,” ungkapnya.

Iben pun bertanya apakah ada syarat khusus dari latar belakang pendidikan untuk menjadi anggota DPR. Menurut Cak Imin, apapun background pendidikannya selama minimal S1, anak muda bisa mencalonkan diri sebagai anggota DPR.

“Mumpung masih muda jangan nyesel tidak banyak berbuat baik, tidak banyak bermanfaat untuk orang lain, untuk rakyat, dan untuk masyarakat. Menteri-menteri itu harusnya orang muda semua. Kalau orang muda itu energik, cepat,” sebutnya.

“Anggota DPR kalau bisa ganti yang muda semua supaya semangat tinggi, kerja 24 jam dan siap. Kita optimis karena anak muda energi besar, kekuatan untuk bekerja waktu lebih panjang,” sambung Cak Imin yang mengatakan menjadi anggota DPR akan membuat anak muda lebih produktif, termasuk dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Iben lantas bertanya bagaimana cara anak muda menyalurkan aspirasinya melalui DPR. Sebab selama ini banyak anak muda yang hanya mengeluhkan berbagai persoalan lewat media sosial saja.

“Seperti apa sih proses di DPR kalau kita mau menyampaikan aspirasi? Dan bagaimana cara penyampaiannya?” tanya Iben.

Cak Imin menjelaskan, ada banyak jalur yang bisa digunakan anak muda untuk menyampaikan aspirasi. Dari menyampaikan langsung ke anggota DPR, hingga secara resmi lewat lembaga.

“Setiap anggota punya email yang disediakan oleh kantor untuk menampung aspirasi. Yang kedua bisa datang, sangat mudah di sini. Daftar, datang, bertemu menyampaikan apa yang menjadi tuntutannya, aspirasinya. Baik beberapa orang maupun kelompok. Lebih bagus lagi diorganisir,” papar Cak Imin.

“Boleh ya datang ke DPR?” timpal Iben.

“Ya boleh. Mudah kok datang ke sini. Bisa juga lewat surat tapi surat sudah nggak zaman. Sekarang email, bisa juga WA. Kalau sistem sekarang bisa lewat video juga. Jadi sampaikan masalah-masalah di masyarakat, tuntutan di masyarakat. Nanti kita cek, penyelesaiannya seperti apa,” terang Cak Imin.

Legislator dari Dapil Jawa Timur VIII itu mengungkap, dengan mendengarkan aspirasi, DPR membantu menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Oleh karena itu Cak Imin mengajak kaum muda berpartisipasi membangun Indonesia melalui pintu DPR sebab banyak sekali persoalan negara yang membutuhkan tangan-tangan anak muda.

“Pengalaman yang datang ke di sini yang sudah marah-marah. Artinya di daerah sana sudah tidak ada jalan keluar. Di perusahaannya, masalah buruh tidak ada jalan keluar. Tanah digusur oleh perusahaan, datang ke sini dengan penuh emosi,” tuturnya.

Cak Imin pun bercerita pernah ada kelompok tani dari Sumatera Utara yang datang ke Jakarta untuk mengadukan nasibnya kepada DPR akibat penggusuran tanah. Dibantu oleh DPR, akhirnya persoalan tersebut bisa selesai.

“Berhasil mereka dengan jalan kaki, digerakkan oleh teman-teman Gerbang (Gerakan Kebangkitan) Tani dan Nelayan. Efektif jalan kaki ke sini, langsung kita sambut. Presiden menyambut juga. Akhirnya tersampaikan dan tertangani. Menteri turun tangan semua,” sebut Cak Imin.

Hanya saja Cak Imin mengingatkan, aspirasi yang disampaikan harus memprioritaskan kepentingan umum, terutama mengenai hal yang terkait dengan hak-hak rakyat.

“Meskipun yang pribadi juga nggak masalah, kita akan bantu. Tapi kalau diputus pacar jangan ngadu ke sini ya hehehe..” canda Cak Imin.

DPR juga menggunakan media sosial untuk menjaring aspirasi masyarakat. Kaum muda bisa menyampaikan tuntutan melalui akun-akun media sosial milik DPR RI, dengan menyertakan hashtag #dprsuarapemuda dalam setiap komen maupun postingan.

“Sampaikan aspirasi kalian, kalau ada masukan dan kritik saran masukin di situ. Karena anggota-anggota DPR ini baca lho semua komen-komen kalian,” kata Iben.

“Oh iya kita baca semua. Kita scroll juga tapi memang yang diprioritaskan yang paling penting dulu. Staf-staf DPR juga review dan akan menyaring mana persoalan yang prioritas harus kita selesaikan. Jadi kirim kalau ada masalah nanti kita seleksi mana yang harus kita bantu cepat, kita pasti akan bantu atasi,” sambung Cak Imin.

Iben kemudian mengajak Cak Imin berbicara mengenai makna Sumpah Pemuda yang akan diperingati pada 28 Oktober mendatang.

Menurut Cak Imin, berbicara Sumpah Pemuda adalah berbicara mengenai semangat persatuan, semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik, dan semangat untuk membangun bangsa.

“Indonesia di tahun 2023 itu 52 persen kaum muda, itu luar biasa karena Indonesia akan lebih produktif asal anak mudanya positif. Semua sesuai kebutuhan untuk maju,” ujar Cak Imin.

Cak Imin kemudian menyinggung soal UU Nomor 40 tahun 2009 yang menjadi landasan untuk memajukan pemuda-pemudi Indonesia.

DPR RI disebut terus mendorong agar pemerintah memberikan banyak kemudahan untuk mendukung produktivitas kaum muda.

“Kita punya UU Kepemudaan yang kita lahirkan untuk back up dan memberi ruang yang lebih untuk kaum muda yang jumlahnya besar ini sehingga kaum muda Indonesia harus harus memanfaatkan peluang yang dibuat oleh negara,” tutur Cak Imin.

“Pemerintah kalau perlu keluarkan uang sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, produktivitas, dan energi yang semakin unggul kaum muda. Karena jumlah bonus penduduk muda ini akan melahirkan kekuatan ekonomi, kekuatan produksi, kekuatan daya saing dan kekuatan pertahanan,” imbuhnya.

Cak Imin mengatakan banyak negara yang iri dengan Indonesia karena memiliki banyak penduduk dari kaum muda. Ia pun bersyukur Indonesia memiliki bonus demografi yang akan membuat negara semakin lebih maju.

“Banyak negara jumlah penduduk besar tapi tua-tua. Di negara-negara Amerika, Eropa, sekarang ekonomi mereka turun karena nggak ada orang muda. Jerman nangis-nangis cari tenaga kerja susah. Penduduknya kakek-kakek semua. Indonesia akan jadi negara maju karena anak mudanya 52 persen, itu jumlah yang menggairahkan,” urai Cak Imin.

Ditambahkannya, pemerintah harus memperbanyak stimulus untuk anak-anak muda. Mulai dari tambahan beasiswa di luar maupun dalam negeri, hingga program pelatihan untuk keahlian-keahlian khusus.

“Jangan sampai ada anak muda di Indonesia yang nganggur. Di DPR saya terus dorong. Karena anak muda itu yang penting dipancing aja. Bantu juga asah skill, seperti membuat konten, handycraft, pertanian dan lainnya. Cukup setahun, kemudian kasih modal,” katanya.

“Menurut saya ibarat negara investasi untuk anak muda dengan beasiswa dan pelatihan kemampuan khusus dibiayai negara, 2 tahun negara sudah panen. Anak muda sudah harus lebih well prepared,” tambah Cak Imin.

Cak Imin juga berharap agar dana desa yang jumlahnya besar bisa dimanfaatkan untuk pembinaan bagi kaum muda. Sebab kemajuan bangsa juga datang dari daerah-daerah yang punya banyak potensi dari berbagai sektor kehidupan.

“Jadi DPR proaktif untuk menggapai anak muda ya Pak?” ucap Iben.

“Kita harus dorong agar anak muda bisa positif, produktif dan kreatif. Isi TikTok dengan semangat positif. Joget nggak apa-apa, joget itu produktif, sehat. Sadar olahraga kalau sudah tua itu rugi. Sadar olahraga sejak muda, jangan rebahan terus,” imbau Cak Imin.

Menurutnya, negara membutuhkan semangat pemuda sehingga kaum muda diharapkan punya daya juang tinggi membangun bangsa.

Cak Imin mendorong agar pemuda-pemudi Indonesia memupuk semangat nasionalisme serta kemanusiaan, dan mengesampingkan sikap individualistik.

“Anak muda harus kreatif. Semakin orang egois semakin cuma dapat di situ aja. Tapi dengan mengutamakan kepentingan bersama, nantinya untuk kepentingan pribadi juga akan datang dengan sendirinya,” ungkapnya.

Cak Imin berharap kaum muda terus menanamkam rasa cinta Tanah Air. Semangat Sumpah Pemuda harus menjadi pendorong kaum muda untuk mau mengabdi bagi negara lewat cara dan keahliannya masing-masing.

“Indonesia menunggu kaum muda untuk berkontribusi. Merah Putih menunggu anda. Jangan lupa gapai cita-cita setinggi langit, dan yang hebat-hebat harus jadi anggota DPR,” tutup Cak Imin. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.