Laporan Syahrial Hadi
Muaraenim, Sumselupdate.com – Persoalan seringnya pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan dalam beberapa tahun ini, membuat masyarakat merasa dirugikan.
Selain membuat aktivitas warga terganggu, pemadaman listrik yang sering sekali terjadi mengakibatkan peralatan elektronik milik masyarakat banyak yang rusak.
Mencuatnya permasalahan klasik ini memantik PLN Prabumulih berinisiatif melakukan sosialisasi sekaligus pertemuan dengan seluruh kepala desa (kades) di Kecamatan Gelumbang.
Pertemuan yang dinamai dengan rapat koordinasi PLN yang langsung dipimpin Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Prabumulih, Kharisma Angkasa Raya dengan unsur pemerintah desa dalam Kecamatan Gelumbang digelar di Aula Kantor Camat Gelumbang, Rabu (9/6/2021).
Rapat kordinasi itu dihadiri juga Camat Gelumbang H Restu JK, SSos, MSi, Kapolsek Gelumbang Iptu Hary Dinar, SIK, SH, MH, Danramil 404-01/Gelumbang diwakili Sertu Syaripudin, seluruh kades, dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Manajer PLN Prabumulih Kharisma Angkasa Raya mengatakan keluhan masyarakat akan seringnya pemadaman listrik, bukanlah hal yang diinginkan oleh pihaknya.
Pria yang akrab disapa Raya ini menegaskan jika sejatinya PLN menginginkan agar jaringan listrik selalu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun jaringan listrik yang mengarah ke Gelumbang yaitu Penyulang Cut Nyak Dien dengan panjang penyulang 125 Km, beban Penyulang lebih kurang 4,7 MW, 160 A.
Sedangkan jumlah Trafo Distribusi 152 unit (11.980 kVa) yang mencakup wilayah Kompleks Perkantoran Walikota Prabumulih, Polres Prabumulih, Kecamatan Gelumbang 17 Desa, Kecamatan Kelekar tujuh desa, dan Kecamatan Lembak empat desa, ini yang sering terkena gangguan.
Raya menjelaskan jika ada beberapa faktor yang mengakibatkan sering terjadi gangguan itu, pertama kerusakan peralatan yang diakibatkan oleh faktor usia pemakaian ataupun faktor alam.
Faktor kedua menurut Raya gangguan tanam tumbuh yang berada di seputaran jaringan PLN, dan ketiga faktor gangguan hewan liar yang kerap berkeliaran di seputaran kabel jaringan, seperti tupai, monyet, dan burung.
Dalam sesi tanya jawab, Kades Tambangan Kelekar Umar Dani mengungkapkan banyak laporan dari masyarakat tentang masalah PLN yang melakukan tebang bayang di wilayah sepanjang jalan menuju Desa Tambangan Kelekar.
Di mana sampah pohon hasil sisa tebang bayang tersebut berserakan di jalan sehingga membahayakan pengguna jalan.
Senada dikatakan Kades Suka Menang, Firdaus, SE. Dia mengatakan banyak mendapat laporan dari warga yang merasa dirugikan karena seringnya jaringan listrik milik PLN mati hidup sehingga banyak peralatan elektronik warga yang rusak.
Mirisnya, kata Firdaus, dari tahun 1984 sampai sekarang, persoalan seringnya pemadaman listrik ini tak pernah selesai.
“Jaringan listrik yang katanya terganggu dikarenakan tanam tumbuh milik warga sampai sekarang belum ada solusi dari pihak PLN,” cetusnya.
Menjawab keluhan kades, Manajger PLN Prabumulih, Kharisma Angkasa Raya mengatakan, masalah sampah pohon dari sisa tebang bayang kalau memang ada tempat pembuangan nanti akan dibuang pada tempatnya.
Mengenai peralatan elektronik pelanggan yang rusak akibat pemadaman listrik, menurut Raya, akan dilaporkan ke kantor pusat PLN.
Raya berjanji kedepan pihaknya akan memperbaiki kinerja dan kualitas pelayanan PLN terhadap masyarakat, dengan cara terus berusaha memitigasi resiko dan kendala yang berpotensi menyebabkan listrik padam.
Untuk itu, Raya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam membantu PLN dalam menghadapi kendala yang ada.
Salah satunya menghindari pelanggaran aturan yang berisiko menganggu jaringan listrik dan menginformasikan kendala yang ada di lapangan kepada PLN untuk selanjutnya bisa ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan. (**)











