Lagi, Buaya Terkam Warga Talang Mainan Banyuasin

Jumat, 1 Juli 2022
Arbaih mengalami luka koyak di lengan kanan usai diterkam buaya saat mencari rumput pakan ternak di tepian aliran sungai Desa Sungai Rengit wilayah Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Kamis (30/6/2022) sore.

Laporan: Arie idwan sujana

Banyuasin, Sumselupdate.com – Kasus warga diterkam buaya kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Read More

Jika sebelumnya pada Senin (20/6/2022) lalu, Yon Ardi (35), warga RT 33, Karang Petai, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, tewas dimangsa buaya.

Kali ini nasib nyaris sama dialami Arbaih (38), warga Talang Mainan, Desa Sungai Rengit, Dusun 1, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel.

Saat asyik mengambil rumput untuk pakan ternaknya di tepian aliran sungai Desa Sungai Rengit wilayah Kecamatan Talang Kelapa, tubuh Arbaih diterkam buaya.

Tak pelak, serangan buaya yang terjadi pada Kamis (30/6/2022) sore, mengakibatkan lengan tangan kanan korban mengalami luka koyak cukup parah.

Ceknur, salah seorang warga mengatakan jika Arbaih sudah terbiasa mengambil rumput untuk pakan ternak sepulang dari kerja di PT SIP.

Menurut Ceknur, Arbaih yang merupakan karyawan PT SIP Divisi III Agdeling 2 mengambil rumput sekitar pukul 16.00 WIB.

Tanpa curiga korban yang asyik mengambil rumput ternyata sudah menjadi incaran binatang reftil yang diperkirakan memiliki panjang dua meter.

“Buaya itu menyambar di bagian lengan sebelah kanan korban hingga mengalami koyak akibat gigitan gigi anak hewan reftil itu. Tapi kalau yang nyambar itu buaya yang ukuran panjangnya 6-7 meter, mungkin, nasib Arbaih bisa lebih parah,” ungkapnya.

Ceknur berharap agar masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati jika beraktivitas di tepian aliran sungai, sebab banyak dihuni buaya.

“Dalam setahun terakhir, jika ada orang yang dari luar Desa Sungai Rengit beraktivitas di aliran sungai memang sering dicaploknya (disambar buaya –red). Tetapi ini heran juga warga dari desa itu sendiri masih disambarnya, biasanya sudah biasa berenang bahkan mandi di situ tak diganggunya,” tuturnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts