Baturaja, Sumselupdate.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs H Kuryana Azis memastikan bahwa Bumi Sebimbing Sekundang aman dari faham radikalisme termasuk dari kegiatan aksi terorisme.
Klaim tersebut diungkapkan Bupati di hadapan mahasiswa dan pelajar pada acara seminar kepemudaan yang mengambil tema membangun soliditas pemuda dalam rangka mengantisipasi radikalisme dan terorisme di Kabupaten OKU, Senin (29/1/2018) di Aula Hotel Kemuning Baturaja.
“Alhamdulillah. Sampai sekarang Baturaja aman-aman saja. Tidak terjadi pengeboman seperti yang banyak terjadi di daerah lain. Bahkan di banyak tempat ada polisi dibunuh atau tentara dibunuh. Nah, di daerah kita tidak ada itu,” tegasnya.
Bahkan kejahatan konvensional yang kerap terjadi di daerah ini semacam pencurian, begal dan lainnya, menurut Kuryana, kebanyakan pelakunya justru orang dari luar.
“Ya, kita tidak ada gangguan. Tidak ada preman-preman yang ingin menguasai pasar apalagi keamanan. Yang ganggu OKU ini malah kebanyakan orang dari luar. Tetangga-tetangga kita. Seperti pencurian, begal dan lain sebagainya,” imbuh dia.
Maka dari itu, dirinya mengajak semua pihak untuk terus menjaga situasi kamtibmas di OKU agar tetap kondusif. Sehingga semua pihak dapat bekerja dengan baik, aman dan tenteram tidak ada gangguan.
“Banyak pihak yang ingin investasi di OKU ini karena aman. Contohnya sebentar lagi di kawasan ini (Sukajadi) akan ada hotel Grand Zuri 12 lantai, izinnya sudah saya tandatangani,” paparnya.
“Di Ulu Ogan Turbin PT PGE 55 megawatt tahap pertama pada Oktober nanti diresmikan Presiden. Begitu pun juga Pabrik semen II PTSB sebentar lagi diresmikan Presiden. Oleh karena itu, mudah-mudahan di OKU tidak pernah terjadi radikalisme dan terorisme,” tandasnya.
Senada disampaikan Kasdim 0403/ OKU, Mayor Arm Aris. Ia menegaskan bahwa secara umum keadaan di OKU dalam kondisi kondusif. Meski begitu, ia mengajak semua pihak untuk tetap waspada.
Lantaran radikalisme dan terorisme ini adalah isu nasional dan internasional. “Kita semua jangan terjebak utamanya generasi-generasi muda. Jangan mudah terpengaruh dengan diiming-imingi perekrutan dan lain sebagainya,” demikian Aris. (wid)











