KPK Bidik Pejabat MA Terkait Kasus Suap Andri

Senin, 22 Februari 2016
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (foto detikcom)

Jakarta, Sumselupdate.com -Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut bahwa kasus suap yang melibatkan pejabat eselon III di Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna adalah puncak dari gunung es yang dalam.

Saat ini penyidik KPK tengah menelusuri sampai di mana gunung es dalam yang dimaksud Saut.

Bacaan Lainnya

Saat ditanyakan kepada Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, penyidik KPK akan mengembangkan kasus tersebut ke pihak-pihak lain termasuk petinggi MA. Alex menyebut apabila ada bukti-bukti yang mengarah maka KPK akan menelurusinya.

“Itu nanti penyidik yang akan mengembangkan. Kalau menurut penyidik ada bukti-bukti baru menyangkut pihak lain maka akan menuju ke sana, sedang dilakukan,” ucap Alex di gedung KPK baru, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/2).

Namun saat ditanyakan lebih lanjut tentang pengembangan kasus tersebut, Alex berkilah bahwa hal itu berada di tangan penyidik. Alex menyebut yang lebih tahu tentang hal itu adalah penyidik KPK.

“Kalau itu kewenangan penyidik. Yang paling tahu itu penyidik,” sebut Alex.

Hari ini penyidik KPK memulai pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus yang menjerat pejabat Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna. Ada dua saksi yang diperiksa sebagai saksi yang menjabat sebagai direktur di MA.

Dari jadwal pemeriksaan di KPK, dua direktur yang diperiksa yaitu Direktur Pranata dan Tata Laksana Perkara Pidana MA atas nama Wahyudin dan Direktur Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata atas nama Ingan Malem Sitepu. Sementara itu ada pula dua saksi yang diperiksa yaitu Dirjen Badan Peradilan Umum MA Herri Swantoro dan Ketua Dewan Peradilan Nasional Fauzi Yusuf. Ketiga saksi hadir sementara Fauzi Yusuf meminta penjadwalan ulang.

Andri Tristianto Sutrisna yang menjabat sebagai Kasubdit PK dan Kasasi Perdata dan Khusus MA, ditangkap pada Jumat (12/2). Selain itu, KPK juga menangkap pengusaha Ichsan Suaidi dan pengacara Awang Lazuardi Embat.

Ichsan yang merupakan terpidana kasus korupsi tersebut menyuap Andri agar menunda memberikan salinan putusan kasasi sehingga eksekusi terhadap dirinya molor. Duit Rp 400 juta pun disiapkan oleh Ichsan dan diserahkan ke Andri melalui Awang. Di rumah Andri, KPK juga mengamankan sebuah koper berisi uang Rp 500 juta, tapi peruntukannya masih didalami.

Ketiganya pun telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, ketiga tersangka tersebut langsung ditahan di 3 tempat terpisah.

Ichsan dan Awang disangka sebagai pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara itu, Andri disangka sebagai penerima suap dan dijerat Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ohyd
Sumber: detikcom
.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.