Korban Tambang Batubara Rakyat Dipastikan Sebelas Orang, Anggota DPR RI Alex Noerdin Kunjungi Lokasi

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mengunjungi lokasi tambang batubara rakyat yang longsor dan menelan sebelas korban jiwa, siang ini.

Laporan: Endang

Muaraenim, Sumselupdate.com – Tambang Batubara Rakyat atau Tambang Rakyat (TR) di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dipastikan memakan sebelas korban jiwa.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dikemukakan Kepala Desa Tanjung Lalang, Edi Anuar kepada awak media, Kamis (22/10/2020).

Adapun kesebelas korban jiwa itu masing-masing Darwis (Tj Lalang), Hardiawan (Tj Lalang), Rukasih (Tj Lalang), Sandra (Jawa Tengah), Joko Supriyanto (Penyandingan),  Purwadi (Penyandingan), Zulpiawan (Tj Lalang), Sumarli (Muara Kisam, OKU Selatan), Sukron (Lampung),  Umardani (Sukaraja), dan korban terakhir belum diketahui identitasnya.

Sementara itu,  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mengunjungi lokasi tambang batubara rakyat, siang ini.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mengunjungi lokasi tambang batubara rakyat yang longsor dan menelan sebelas korban jiwa, siang ini.

Sementara dari informasi di lapangan jika Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Plt Bupati Muaraenim H Juarsah bakal menyusul untuk meninjau lokasi tambang maut tersebut.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mengatakan, kasus ini harus segera diusut dan dibenahi mulai dari hulu, penadah baik yang di Lampung maupun di Jawa Barat maupun transportasinya.

Menurut Alex Noerdin, jika kasus ini tidak segera dibenahi maka peristiwa seperti ini dipastikan bakal terulang kembali.

Alex Noerdin mengatakan, tambang batubara rakyat ilegal ini dilakukan secara terbuka dan terang-terangan karena banyak pihak terlibat.

“Jadi kita tidak bisa meninjau di sini bae. Kasihan, terus ke rumah korban dan ngasih bantuan, Itu tidak menyelesaikan masalah. Pekerja jadi korban, sedangkan bos yang di belakangnya ini. Itu yang harus bertanggung jawab,” tegas Alex Noerdin.

Menurut Alex lagi, selain cukong yang bertanggung jawab, juga pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan Kementerian ESDM dalam hal ini Inspektur Tambang, juga harus bertanggung jawab.

Berangkat dari hal ini, Alex mengatakan, habis reses akan mengumpulkan pemangku-pemangku kepentingan di Jakarta guna menyelesakan persoalan ini.

“Mesti diselesaikan di tingkat atas, nggak bisa diselesaikan di tingkat bawah,” tegas mantan Gubernur Sumsel ini.

Sebagaimana diketahui peristiwa amblasnya tambang batubara rakyat ini terjadi pada Rabu (21/10/2020) sekitar pukul 14.00 wib.

Tambang batubara rakyat ini amblas di kedalaman 15 meter, sehingga membuat sebelas orang meninggal dunia tertimbun tanah. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.