Ketua Kosgoro Muaraenim Angkat Bicara Terkait Penetapan Juarsah Sebagai Tersangka Kasus Korupsi

ketua DPD GM Kosgoro Kabupaten Muaraenim, Zahri Yanto

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Pasca ditetapkannya Juarsah sebagai tersangka dalam kasus suap proyek jalan di Dinas PUPR yang mengakibatkan kerugian negara mencapai 136 M. Sejumlah pihak mengungkapkan keprihatinannya. Apalagi jika dikaitkan dengan roda pemerintahan di kabupaten tersebut.

Bacaan Lainnya

Termasuk ketua DPD GM Kosgoro Kabupaten Muaraenim, Zahri Yanto turut memberikan komentar.

Dengan adanya kasus ini, ia mengharapkan ASN kabupaten Muaraenim tetap semangat dalam pengelolaan administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dengan kondisi usai ditetapkannya Juarsah sebagai tersangka oleh KPK.

“Dari kejadian perkara dugaan perkembangan kasus suap proyek PUPR, ke depannya untuk integritas pelaksanaan proyek, bebas siapa saja berhak mendapatkan mengikut lelang proyek dengan prosedur administrasi tanpa suap dan ke depan pemerintah kabupaten Muaraenim layaknya harus bersih dari koruptor,” ungkapnya, Rabu (17/2/2021) dalam siaran persnya yang diterima redaksi sumselupdate.com.

Selanjutnya Zahri mengungkapkan keprihatinannya atas kasus yang menimpa Bupati Muaraenim ini dan ia berharap pada Gubernur Sumsel untuk menunjuk orang yang benar-benar kompeten sebagai pelaksana tugas Bupati Muaraenim kelak.

“Saya turut prihatin terhadap kasus yang menimpa bapak H Juarsah, kita mendoakan semoga dapat menghadapi dan menjalani proses pemeriksaan sampai keputusan. Dan saya juga berharap pada gubernur Sumatra Selatan, dalam menentukan Plt bupati kabupaten Muaraenim menempatkan orang yang mempunyai track record baik, integritas, loyalitas, perpengalaman dan bisa diterima oleh semua golongan masyarakat kabupaten Muaraenim,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Muaraenim H Juarsah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi suap proyek jalan di Dinas PUPR, Senin 15/2/2021) lalu.

Penetapan itu sendiri merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya yang menyeret mantan Bupati Muaraenim tahun 2019 Ir H A Yani beserta empat orang lainnya, yaitu dua orang ASN di Dinas PUPR Muaraenim yaitu Plt Kepala Dinas Ramlan Suryadi dan Kepala Bidang Jalan yang merupakan PPK pada proyek jalan tersebut Elfin Mz Muchtar.

Kasus ini juga melibatkan mantan ketua DPRD Muaraenim Aries HB, dan pihak swasta Robby Okta Fahlevi. Di mana kelima orang tersebut saat ini telah menjalani hukumannya atas kasus yang menimpa mereka.

Kekinian, Juarsah harus ditahan KPK untuk penyelidikan selama 20 hari ke depan serta ditambah 14 hari masa isolasi demi untuk pencegahan penularan  virus corona. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.