Keterlaluan, Baru Dua Bulan Kerja, Indra Nekat Jual Truk Milik Majikan

Rabu, 1 Juni 2022
Kapolsek Sukarami Kompol Dwi Satya Arian saat ungkap kasus.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Tak disangka-sangka seorang sopir truk yang baru bekerja dua bulan, nekat menjual mobil truk Mitsubishi Colt Diesel milik majikannya sendiri.

Read More

Akibatnya pelaku yang bernama Indratroanto (42) menjadi buronan polisi unit Sat Reskrim Polsekta Sukarame. Indratrianto ditangkap di rumah kontrakannya di Jl Kenanga Kelurahan Talang Betutu, Sukarami Palembang.

Saat ungkap kasus, Kapolsek Sukarami Kompol Dwi Satya Arian menyebutkan pelaku juga melibatkan satu rekannya sebagai makelar penjualan mobil truk tersebut.

https://youtu.be/DHi63I_CKKM

“Dia ini bekerja sebagai sopir mobil yang dibawa kaburnya,” ujarnya, Rabu (1/6/2022).

Namun, bukannya bekerja dengan baik, justru tersangka nekat menjual mobil ditungganginya yang notabene bukan miliknya.

“Awalnya tersangka membawa mobil truk tersebut seorang diri dengan tujuan untuk menjual mobil tersebut,” ucap Dwi.

Setelah membawa kabur truk tersebut, tersangka menemui rekannya AR (DPO) untuk mencarikan pembeli truk tersebut.

“Kemudian AR (DPO) menjual mobil itu dengan seseorang dengan harga Rp 60 juta,” ungkapnya.

Setelah AR berhasil menjual truk tersebut, lalu dirinya menemui tersangka dan membagi uang hasil penjualan truk.

Tersangka mendapatkan bagian sebesar Rp 40 juta sedangkan AR (DPO) mendapatkan bagian sebesar Rp20 juta.

Setelah beberapa hari tak muncul di tempatnya bekerja, korban pemilik truk menghubungi tersangka guna menanyakan keberadaan truk miliknya.

“Namun tersangka tidak menemui korban dengan alasan sedang ada urusan lain,” jelas Kapolsek Sukarami, Dwi Satya Arian.

“Ternyata korban baru menyadari bahwa mobil miliknya telah dijual oleh tersangka,” sambungnya.

Sementara pengakuan dari tersangka, mengaku selama bekerja menjadi supir truk biasanya ia diminta bosnya untuk mengangkut sawit.

“Saya baru kerja di sana dua bulan ini,” ungkapnya.

Katanya uang tersebut hendak digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta biaya pengobatannya.

“Uang itu sebagian ku kasih ke keluarga, sisanya aku pakai buat berobat diabetes kering,” tutupnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts