Palembang, Sumselupdate.com – Lantaran sudah merasa sangat kesal, Musani (26) yang sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut kelapa ke tongkang di Pasar 16 Ilir Palembang nekat membacok teman seprofesinya bernama Romi.
“Dia (korban-red) itu tiap hari selalu seenaknya menyuruh-nyuruh. Kadang dia memukul kepala aku dan kadang menendang serta seenaknya memerintahkan. Padahal, kami sama-sama kerja, tapi dia selalu seenaknya sama aku,” ujarnya saat diamankan di Polsek IT I Palembang, Sabtu (3/6).
Pembacokan terhadap korban Romi, dilakukan Musani setelah dirinya kesal karena temannya tersebut sering menghinanya di depan orang ramai. Terlebih kalau tidak mau menuruti apa yang dia suruh. Selain menghina, ia juga mencekik dan mencolok mata Musani.
Dari itulah, Musani kehilangan kesabaran terhadap temannya. Tanpa banyak bicara lagi, ia mengambil parang yang biasa digunakan untuk membersihkan kelapa sebelum dimasukan ke dalam tongkang.
Dengan menggunakan parang, Musani membacok korban beberapa kali sebelum dipisahkan bos mereka. “Setelah aku bacok, parang itu langsung dirampas bos dan dibuang ke sungai. Kata bos, kalau tidak dibuang, Romi akan membalas membacok aku,” ungkapnya.
Setelah membacok korban, ia pun tidak kabur kemana-mana karena sudah diamankan sang bos. Sedangkan korban Romi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas luka bacokan di bagian kepalanya.
Sementara Kapolsek IT I Palembang Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Ipda Alkap menuturkan, tersangka diamankan setelah melakukan pembacokan terhadap rekan satu kerjanya. Pembacokan ini, dilatar belakangi karena tersangka yang selalu dihina dan dianiaya oleh korban.
“Karena lokasi kejadiannya berada di perairan, sehingga tersangka kami limpahkan kepada Sat Polair Polresta Palembang. Untuk barang bukti parang yang digunakan untuk membacok korban, sudah dibuang ke sungai,” katanya. (tra)











