Kepsek SMAN 2 Lubuklinggau Pimpin Swab Test

Rabu, 22 Juli 2020
Kepala Sekolah dan para guru SMAN 2 Lubuklinggau melakukan Swab test massal untuk memutus mata rantai covid-19, Rabu (22/7/2020).

Laporan: Frans Kurniawan
Lubuklinggau, Sumselupdate.com- Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Lubuklinggau Yulianti mengajak jajarannya mengikuti Swab test massal yang diadakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

Swab test di sekolah tersebut merupakan bagian dari program Swab test massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, untuk memenuhi syarat epidemiologi dua persen jumlah penduduk.

Read More

Dari 70 guru dan tenaga honorer yang bertugas di sekolah tersebut, ada 19 guru dan tenaga honorer bersedia melakukan swab test.

Kepala Sekolah SMAN 2 Lubuklinggau Yuliyanti MPD mengatakan, sedikitnya guru dan tenaga honor yang mau dilakukan swab test ini diduga karena masih banyak yang merasa taku-takut.

“Alhamdulillah awalnya hanya sembilan orang yang mau ikut Swab test. Yah mungkin karena mindset selama ini swab test itu sakit dan bila positif akan diisolasi. Itulah sebabnya hanya sedikit yang mau,” ungkapnya, Rabu (22/7/2020).

Padahal, menurutnya, kesempatan ini sangat langka, selain untuk membantu pemerintah alasan Swab test gratis ini dalam rangka memutus mata rantai Covid -19 di lingkungan sekolah.

“Apabila cepat diketahui hasilnya akan lebih baik, saya tadi sudah mencoba tidak sakit sama sekali. Bahkan jika kedepan ada guru menunjukan hasil positif akan cepat kita dilaporkan ke gugus tugas,” terangnya.

Nanti setelah dilaporkan ke gugus tugas, pihaknya akan menunggu arahan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) apakah akan diliburkan sementara atau tetap sekolah.

Dengan demikian , lanjut dia, selain membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19 di lingkungan sekolah, pihaknya juga bisa mengedukasi masyarakat bahwa Swab test tidak perlu ditakuti.

“Meski saat ini proses belajar mengajar di sekolah kita menggunakan sistem dalam jaringan (Daring). Hanya guru-gurunya saja yang masuk sekolah, sementara untuk siswanya tetap belajar di rumah,” ujarnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts