Laporan: Alpian Patria Jaya
Muaradua, Sumselupdate.com – Terlihat deretan deretan bambu yang sudah rapuh yang digunakan sebagai tiang listrik oleh warga di beberapa desa di Kabupaten OKU Selatan.
Kondisi seperti itu terlihat jelas di Desa Serimenanti, Kecamatan Mekakau Ilir dan Desa Tanjung Durian, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan.
Kondisi ini makin diperparah dengan sikap Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang seakan tidak peduli dengan instalasi kabel yang membentang sepanjang jalan dan membahayakan keselamatan nyawa warga.
Kepala Desa Serimenanti, Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, H Ismanudin berharap kondisi ini bisa menjadi perhatian PLN karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Ini sangat berbahaya karena sebelumnya sudah banyak bambu yang patah dan menyentuh tanah. Dalam kurun waktu tahun ini saja sudah tiga kali bergotong royong mengganti bambu sebagai penyangga kabel listrik karena sudah rapuh dan acap kali patah. Jika ini dibiarkan akibatnya bisa fatal karena Masyarakat bisa menjadi korban,” ungkap lades yang baru menjabat kurang lebih dua tahun tersebut.
Mamak Ha,Is, sapaan akrab kades bersuku Semende tersebut kembali menambahkan, kondisi akan semakin berbahaya, jika kabel tersebut telanjang akibat digigit hewan dan disertai atau datangnya panas hujan.
“Panas hujan yang membuat tiang rapuh dan sering kali patah. Kami berharap PLN bisa segera mengambil tindakan melakukan berbaikan sebelum kabel tersebut menelan korban jiwa,” harapnya.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) di Desa Serimenanti mencapai angka 500 kepala keluarga lebih dengan jumlah penduduk di atas 1.700 jiwa.
Sedangkan pelanggan listrik PLN di desa tersebut tercatat sebanyak lebih dari 400 pelanggan.
Harapan sama dikemukakan Rustam, Kepala Desa Tanjung Durian, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan.
Dia berharap untuk PLN menindak lanjuti surat/proposal yang sudah mereka layangkan beberapa waktu lalu terkait penambahan tiang listrik.
“Masyarakat kita memang untuk tiang listrik mayoritas sudah terpenuhi. Namun ada di beberapa dusun yang masih menggunakan bambu sebagai penyangga pengganti tiang listrik, hal ini sudah kami sampaikan berupa ajuan dalam bentuk surat dan proposal ke pihak terkait, namun belum ada tindak lanjut sampai saat ini,” kata Rustam.
“Kalau kondisi seperti ini masih dibiarkan maka kami khawatir bisa saja bambu tersebut roboh dimakan rayap dan kondisi alam. Kondisi ini dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadiya korsleting listrik lebih dari itu,” katanya.
“Kita berharap petugas PLN untuk turun ke lapangan guna mengecek kebutuhan tiang yang sudah tidak layak tersebut. Dan harapannya aspirasi kami selaku ujung tombak di desa bagi masyarakat ini bisa cepat langsung disambut dan diaplikasikan,” harap pria yang akrab disapa Mbah Rustam tersebut.
Sementara itu saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Manajer PLN ULP Muaradua Adhi Setiawan kepada Sumselupdate.com mengatakan, penambahan tiang dan perbaikan jaringan listrik masih menunggu pekerjaan dari PLN UP3 Lahat atau UP2K Provinsi Sumsel.
“PLN ULP Muaradua hanya sebatas mengusulkan. Maka dari itu, kami mengimbau bagi kades yang belum atau terdapat kerusakan dan penambahan tiang listrik, untuk turut mendata dan disampaikan ke PLN ULP Muaradua untuk kita ajukan agar mendapat tindak lanjut dan kami juga meminta untuk bersabar,” pungkasnya. (**)











