Palembang, Sumselupdate.com – Kebijakan pemerintah menaikkan tarif untuk penerbitan STNK, BPKB dan TNKB dinilai semakin membuat masyarakat susah.
Anggota DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli menilai kenaikan tarif mungkin terjadi karena capaian pajak secara nasional dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tidak tercapai.
“Pemerintah malah memberikan solusi instan yang kurang bijak dengan cara menaikkan tarif, ini semakin membuat kehidupan masyarakat menjadi susah,” kata politisi PKS ini, Kamis (5/1/2017).
Naiknya tarif penerbitan dan pengurusan STNK dan BPKB yang mencapai 100 persen, justru membuat wajib pajak semakin lesu.
Di Sumsel sendiri, mencontoh program tax amnesty, khususnya pada pemutihan pajak kendaraan bermotor yang tidak mencapai target.
“Harusnya pemerintah bisa mencari solusi lain dengan mengggali potensi sumber daya alam untuk meningkatkan pendapatan negara, dengan begitu tidak akan membebani masyarakat secara langsung,” katanya. (ery)











