Kembalikan Mobil Dinas, Komisioner KPU Muratara Dikeroyok Orang Tak Dikenal

Pengeroyokan terhadap komisioner KPU Muratara.

Laporan : Marwan Ashari

Muratara, Sumselupdate.com – Komisioner KPU Muratara, Handoko diduga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal, Senin (10/5/2021).

Bacaan Lainnya

Pengeroyokan yang terjadi di kantor Pemkab Muratara itu menyebabkan Komisioner KPU menderita luka dan lebam di beberapa bagian tubuhnya. Luka tersebut disebabkan dipukul oleh beberapa oknum warga.

Pengeroyokan terjadi di saat komisioner KPU Muratara menyerahkan Mobil Dinas (Mobnas).

Menurut Handoko, pemukulan terhadap dirinya terjadi  bermula saat ia bersama beberapa komisioner KPU Muratara menghantarkan Mobnas untuk diserahkan ke pemerintah Muratara.

Setelah selesai memarkir mobil, ia melihat wakil Bupati Muratara H Inayatullah sedang berbicara dengan salah satu staf KPU, dan dengan santai ia (Handoko) menegur dengan menyebutkan “Pak Wabup” sambil melambaikan tangan.

Setelah itu, Handoko mengaku dia bergumam kepada Busairi, staf yang berbincang dengan Wabub Inayah, dengan menyebutkan “Sudah, kembalikanlah mobil negara itu”

Dan dengan dilanjutkan dengan perkataan “Payahlah kalu wong la jadi Rajo“. Karena ucapan itu, Handoko menjelaskan ia dipanggil oleh Wabub Inayah dengan berkata “Apo cerito kawan tadi“.

Setelah dari situ, lanjutnya kembali menuturkan, saat di ruangan Sekda Muratara ia ditemui beberapa oknum yang mengancam dengan mengajak ia duel.

Namun ajakan itu tidak dilayani.  Setelah ia keluar dari ruangan justru pengeroyokan terjadi, hingga ia terpental ke dinding dan membuat sebuah kaca pecah.

“Saat di ruangan itukan ado yang datang, mengancam ngajak duel, dan bertanyo balek kemano aku jawab kalo aku balek ke linggau, dan hal di situ aman-aman sajo.

Namun setelah kami keluar dari ruangan, barulah pengeroyokan itu (terjadi), hingga aku terhempas ke dinding dan menyebabkan satu kaco pecah. Sekitar 20-an orang yang mengeroyok,” ujar Handoko.

Karena tidak terima dengan tindakan itu, dan sudah konsultasi secara kelembagaan sehingga pihaknya akan melaporkan kejadian itu ke pihak yang berwajib.

Namun untuk melengkapi laporan itu, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan visum ke rumah sakit.

“Kini kito akan pergi ke RS untuk Visum, nanti setelah itu akan kito laporkan ke pihak yang berwajib,” kata dia.

Sementara itu Wakil Bupati Muratara, Inayatullah menyampaikan kepada awak media mengatakan  bahwa permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara baik-baik.

Menurut dia, kejadian itu terjadi karena ada kesalahpahaman saja, tak ada unsur premanisme di lingkungan Pemkab Muratara.

“Jadi tadi ada penarikan mobil KPU, karena beliau (Handoko) mungkin ada sedikit emosi, beliau bicara di tempat terbuka, ada sedikit menanggapi. Kami panggillah, kami ajak ke ruangan (Sekda).

Rupanya terjemahan kawan-kawan di luar beda, kira-kira seperti itu, tadi saya sudah ketemu sama adinda Handoko, tadi tidak ada masalah, sudah diselesaikan, sudah saling memaafkan,” kata Inayatullah.

Dia menjelaskan, Pemkab Muratara memang ada kebijakan untuk menginventarisir atau pendataan ulang seluruh mobil dinas termasuk yang dipakai KPU Muratara.

Hal itu berdasar Surat Keputusan (SK) Bupati Muratara Nomor 400/KPTS/IV/MRU/2021 tertanggal 3 Maret 2021.

“Sebelumnya juga seluruh kendaraan dinas milik Pemkab Muratara baik sepeda motor maupun mobil juga telah dikumpulkan di depan kantor bupati,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.