Palembang, Sumselupdate.com – Kekosongan kursi Wakil Walikota (Wawako) Palembang yang cukup lama dinilai berdampak pada roda pemerintahan Kota Palembang. Bahkan jika kekosongan ini dibiarkan berlarut, dikhawatirkan akan berpengaruh tidak baik bagi perkembangan politik di lingkungan kota pempek ini.
Hal tersebut diungkapkan pengamat politik dan sosial Sumatera Selatan, Dr Andries Lionardo, MSi usai menjadi narasumber dalam Diskusi Politik ‘Isu Korupsi di Pilkada Upaya Perbaikan Birokrasi’ oleh Rumah Citra Media Network adakan di Fabsosialfood, Sabtu (27/2).
Wakil Dekan III Fisip Unsri ini menduga, dinaimika politik yang tinggi dan kepentingan politik masing-masing Parpol menyebabkan berlarut-larutnya soal tata tertib pemilihan wakil walikota yang dilakukan DPRD kota Palembang. “Diluar dugaan sangat lama prosesesnya, sudah 5 bulan Palembang tanpa wakil walikota,” ungkapnya.
Ia menerangkan, secara aturan setiap daerah harus memiliki wakil walikota untuk memudhkan jalan pemerintahan dan pembagian peran. Sebab, jika berdampingn jelas pemerintahan akan lebih solid.
“Tanpa wakil akan menyalahi administrasif,” ulas doktor jebolan Univ Brawijaya ini. Lanjutnya, beban kerja sangat berat bagi walikota, dengan adanya wakil akan saling membackup antara walikota dan wakil. “Jika berlarut, masayarakat yang akan dirugikan,” paparnya.(erk)











