Kawasan Kumuh 17,5 Hektar di Sepanjang Sekanak-Lambidaro Dituntaskan 2021

Ahmad Irwan Kusuma

Palembang, Sumselupdate.com – Masih ribuan hektar dari 53 titik kawasan kumuh di Kota Palembang yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah. 2021 nanti Kementerian PUPR Direktorat Cipta Karya akan menuntaskan 17,5 hektar di sepanjang Sungai Sekanak-Lambidaro.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Prasarana Permukiman Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Irwan Kusuma. Ia mengatakan, kawasan menjadi kumuh lantara pada saat awal pembangunan perumahan yang tidak disertai dengan fasilitas penunjang, seperti jalan, akses pemadam kebakaran, drainase dan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Palembang punya kawasan kumuh yang lokasinya di sepanjang koridor Sungai Sekanak Lambidaro termasuk Sungai Tawar yang luasnya di atas 15 hektar,” katanya, usai rapat koordinasi dengan pihak Pemkot Palembang, Senin (28/12/2020).

Penataan kawasan kumuh ini sudah dilakukan sebelumnya pada 2019 di Lebak Cindo. Upaya peningkatan kawasan kembali dilakukan pada 2021 untuk 29 Ilir yang termasuk kawasan Sekanak-Lambidaro.

Hanya saja, untuk penataan tersebut, pihaknya menunggu kesiapan Detail Engineering Design (DED) dari Pemkot Palembang dan beberapa dokumen lainnya. Dimana dijadwalkan harus dilaporkan pada 28 Desember ini.

“DED belum disampaikan ke kami, DED ini sebagai dasar agar kami tahu apa saja yang akan kami lakukan. Di antaranya 15 rumah yang perlu ditertibkan di sepanjang Sungai Tawar,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Sumsel, Nyimas Suryani mengatakan, pihaknya akan melakukan penataan kawasan kumuh seluas 17,5 hektar di Sungai Tawar yang termasuk ke dalam kawasan Sekanak-Lambidaro atau Sekanak Kerihin.

“Bentuk penataannya di lihat dari kawasan kumuh seperti drainase, safety tank, jalan, sistem proteksi kebakaran, membuat pedesterian dari mulai Jembatan Sekanak sampai Suro, dan lainnya,” katanya.

Pengerjaan yang akan dilakukan pada 2021 ini, segera di lelang. 15 persil bangunan di kawasan kumuh itu, sudah dilakukan pembebasan oleh pemkot pada 1992. “Berupa pos kamling, WC warga dan bukan rumah permanen,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.