Laporan: Henny Primasari
Inderalaya, Sumselupdate.com – Dua bulan pasca-peristiwa pembunuhan calon kepala desa (cakades) Betung II, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Arpani (53), hingga kini masih menyimpan misteri.
Petugas kepolisian sampai saat ini belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis ini, apalagi dapat meringkus pelaku.
Korban Arpani tewas dibacok dan ditembak di dekat rumahnya pada Rabu (20/7/2022) sekitar pukul 05.30 WIB.
Keluarga korban sendiri berharap polisi dapat segera mengungkap kasus pembunuhan keji ini.
Init (48), adik korban mengaku pihak keluarga sudah ikhlas dengan kepergian kakaknya. Namun selama kasus belum terungkap, pihak keluarga merasa resah dan trauma atas kejadian tersebut.
“Pelaku masih berkeliaran. Terus terang kami masih terpikir kasus itu,” kata Init.
Menurut Init, mengingat pembunuhan tersebut sangat keji, maka sudah sepatutnya polisi dapat segera mengungkap kasus ini.
Init khawatir lambannya pengungkapan kasus akan berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat di kemudian hari.
“Hari ini belum terungkap. Kita tidak tahu kalau pelaku muncul di kemudian hari dan kembali melakukan perbuatannya,” ujar Init.
Dengan tertangkapnya pelaku, menurut Init, diharapkan dapat benar-benar memulihkan luka bagi keluarga korban.
Dia pun meminta aparat kepolisian mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengungkap kasus ini.
“Saya mohon kepada Bapak Kapolda Sumsel dan Kapolres Ogan Ilir, kami takut selama pelaku masih berkeliaran. Kiranya dapat segera menangkap pelaku,” ucap Init getir.
Mengenai dugaan motif pembunuhan terhadap korban, polisi memastikan tak ada kaitannya dengan kontestasi Pilkades pada Oktober nanti.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman di beberapa kesempatan mengatakan, sejauh ini belum ada titik terang terkait pembunuhan sadis tersebut.
Andi pun meminta masyarakat turut-serta membantu polisi dalam pengungkapan kasus ini.
“Jadi pada prinsipnya adalah peran serta masyarakat, baik yang melihat suatu tindak pidana atau yang menyaksikan sendiri dari jarak dekat,” kata Andi kepada wartawan di Inderalaya, belum lama ini.
“Atau melihat tanda-tanda dari orang-orang yang melakukan tindak pidana tersebut,” kata Andi lagi.
Andi menyebut Polres Ogan Ilir ingin ada kerja sama dari masyarakat, khususnya dalam memberikan informasi sekecil apapun.
Ketika disinggung perihal kendala yang dialami polisi pada kasus ini, Andi menyebut belum adanya saksi kunci.
“Kemudian minimnya saksi yang bisa menjelaskan secara detil terkait peristiwa pidana tersebut. Ini yang sangat kami sayangkan,” bebernya.
Pria yang sebelumnya menjabat Kasubbid Provos Bid Propam Polda Sumsel ini meminta masyarakat tak perlu takut memberikan kesaksian pada polisi.
“Saya imbau kepada masyarakat khususnya di Ogan Ilir, saling mendukung, saling bahu-membahu, mendukung, kolaborasi bersama petugas kepolisian dalam menciptakan rasa aman atau Harkamtibmas,” ucapnya.
Sebelumnya, Arfani, Cakades Betung II, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir tewas dibacok dan ditembak orang tak dikenal atau OTD pada Rabu (20/7/2022) sekitar pukul 05.30 WIB.
Salah satu keluarga korban, Zulkifli (53) mengungkapkan, sesaat sebelum terjadi peristiwa penembakan, korban sempat ditelpon oleh nomor telepon tak dikenal.
“Setelah itu ada orang yang menggedor pintu, ketika korban membuka pintu ia langsung ditembak oleh seseorang,” ungkapnya.
Bahkan katanya, selain ditembak korban juga dibacok dengan senjata tajam dengan membabi buta, hal itulah yang membuat korban meregang nyawa di tempat dengan bersimbah darah.
Diakui Zulkifli, jika Arfani memang akan mencalonkan diri sebagai kades di Desa Betung II, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir.
“Ya benar, ada enam calon kades di Desa Betung II, salah satunya adalah Arfani,” ujar Zulkifli. (**)











