Kapolda Marah Ulah Pelaku Kejahatan yang Tewaskan Korbannya

Kapolda Sumsel Irjen Pol Joko Prastowo

Palembang, Sumselupdate.com – Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo berang dengan ulah pelaku kejahatan yang ada di Sumsel, hingga menyebabkan warga tewas karena ditembak. Dari itulah, orang nomor satu di Polda Sumsel ini memberi pilihan kepada para pelaku kejahatan untuk menyerahkan diri atau ditembak di tempat bila digerebek anggotanya.

“Diingatkan untuk pelaku begal atau gerandong dan pelaku kejahatan lain, lebih baik menyerahkan diri bila tidak akan ditembak di tempat. Jadi tinggal pilih dan jangan sampai kami tembak,” kata Irjen Djoko yang didampingi Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga, Rabu (7/9).

Bacaan Lainnya

Tembak di tempat, terhadap pelaku kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat sudah diperintahkan untuk seluruh jajaran. Terlebih untuk pelaku kejahatan mulai dari begal hingga kejahatan lainnya yang menggunakan senjata api dan kekerasan tidak akan ditoleransi lagi.

Tembak ditempat, menjadi jalan satu-satunya penindakan bagi pelaku kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Terlebih, banyak masyarakat yang menjadi korban bahkan tewas ditembak pelaku kejahatan hanya untuk merampas harta berharga milik korbannya.

“Sekarang, semua jajaran termasuk Ditreskrimum masih melakukan proses pengejaran terhadap pelaku kejahatan termasuk di wilayah OKU Timur. Bagi pelaku yang lain, ingin coba-coba silahkan kami tidak akan main-main lagi. Diperintahkan untuk tembak di tempat, terutama pelaku yang sudah meresahkan masyarakat,” kata jenderal bintang dua ini.

Terlebih ketika melawan, anggota di lapangan juga telah diperintah untuk tembak di tempat. Sehingga tidak membuat masyarakat termasuk anggota yang menjadi korban karena keganasan dari pelaku kejahatan terlebih menggunakan senjata api.

Pelaku tindak kejahatan yang kian hari kian menjadi, sehingga jajaran sudah diminta untuk melakukan tindakan tembak ditempat sebagai usaha untuk memberikan rasa aman untuk masyarakat.

Kian hari, pelaku kejahatan kian beringas untuk mencari korban bukan faktor musim paceklik, tetapi memang sudah perilaku orang untuk mudah mendapatkan hasil ketimbang bekerja.

“Musim paceklik tidak ada kaitannya dengan tindak kejahatan, ini sudah perilaku dan mental melakukan untuk melakukan tindak kejahatan. Jadi, pelaku kejahatan ini memilih untuk cepat mendapatkan hasil ketimbang bekerja dengan benar. Melakukan tindak kejahatan dipilih, meski harus ada korban dari masyarakat,” katanya.

Ketika disinggung mengenai pelaku-pelaku kejahatan terutama di wilayah OKU Timur sudah diidentifikasi bila memang mereka ini melakukan tindak kejahatan secara kelompok.

Ada pemain lama atau residivis, tetapi ada pula pemain pemula yang usianya masih muda dan produktif ikut melakukan tindak kejahatan.

“Target kami menghilangkan dengan cara pencegahan, patroli dan tindakan tegas seperti tembak di tempat. Semuanya jajaran sudah diantensi untuk tindak kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat,” katanya. (ery)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.