Kakak Korban Ungkap Kejanggalan Investasi Bodong di Palembang

Ramafarisa kakak kandung AF (21)

Laporan : Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com — Ramafarisa kakak kandung AF (21) yang menjadi korban diduga investasi bodong milik ZT berkedok bisnis gas dan cireng online hingga mengalami kerugian Rp 680 juta, mengungkap kejanggalan dari investasi yang diikuti adiknya tersebut.

Bacaan Lainnya

Setelah adiknya AF tidak menerima pembayaran keuntungan dengan nilai full (stuck) di bulan September 2021, baru ia ketahui kalau skema investasi yang dilakukan terlapor ZT menyerupai pola piramida penipuan yang terkadang ditemukan pada bisnis multi level marketing alias MLM.

“Dari awal saat saya tahu, saya sudah menduga dan sudah menegaskan kepada adik saya untuk berhenti dan tidak meneruskan lagi ikut berinvestasi dengan pelaku ZT,” ungkapnya

Apalagi setelah ia selidiki, core bisnis yang menjadi kedok dari “open investasi” milik ZT ini fiktif, saat Rama bersama dengan adiknya mencoba mendatangi rumah terlapor tidak satu pun ada bisnis seperti gas yang di iming-imingi ZT ada di kediamannya.

“Logika sederhananya saja dengan keuntungan 30 persen dengan jangka dua minggu dari nilai investasi itu saja sudah sangat janggal, kita saja kalau deposit ke bank yang sudah pasti profesional keuntungan yang diberi tidak lebih dari 0.6 persen,” paparnya.

Menurut Ramafarisa, keuntungan yang diberikan pada para investor bisnis berkedok milik ZT merupakan uang yang di dapat dari investor baru, dibagikan ke investor lama dan seterusnya. Dimana keuntungan yang didapat bukan berasal dari penjualan produk namun berasal dari penambahan downline alias kaki baru.

Sementara untuk MLM yang sehat, keuntungan berasal dari selling produk dimana keuntungan didapat murni dari penjualan produk yang kompetitif dari harga dan values.

“Karena kalau keuntungan instan dengan sangat cepat seperti yang ditawarkan ZT dua minggu dengan keuntungan 30 persen saya juga bingun seperti apa pola manajemen uangnya,” ungkapnya.

Setelah membuat laporan di Polretabes Palembang pada Senin sore (24/01), didampingi tiga lawyers dan bersama dengan empat saudaranya yang menjadi korban dari investasi milik ZT hingga mengeruk kerugian mencapai Rp1.4 miliar, ia berharap tidak adalagi yang menjadi korban dari pola pola investasi bodong semacam yang dialami oleh keluarganya.

“Kalau ketemu investasi semacam ini saya harap untuk lebih baik tinggalkan, karena banyak risiko yang bisa didapat mulai dari uang, waktu dan paling buruknya bisa kehilangan harta benda,” ungkapnya

Sementara itu terkait terlapor ZT ia berharap, dapat bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan sebab bukan hanya para saudaranya yang menjadi korban namun ia menduga juga ada dari orang lain yang mungkin belum berani melaporkan.

“Sampai sekarang ZT keberadaannya pun saja tidak tahu, tapi semoga ada itikad baik dari ZT untuk bertanggung jawab karena sebelum kejadian ini, kami mengenal ZT sebagai orang yang baik,” ungkapnya.

Terlepas itu, dirinya mengapresiasi upaya penegak hukum baik Polri, terkhusus Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang yang dapat merespon masalah yang dialami keluarganya.

“Saya harap wacana untuk membuat hotline posko layanan pengaduan khusus atau untuk penipuan termasuk investasi bodong serta dapat segera menindaklanjuti pelaku-pelaku penipuan, agar tidak banyak lagi yang menjadi korban dari investasi bodong semacam ini,” ungkapnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.