Palembang, Sumselupdate.com – Palembang dengan kain songketnya berhasil diperkenalkan oleh Duta Besar RI untuk Ekuador ke Amerika Selatan.
“Selama di Ekuador ada salah satu festival dimana tidak ada stan yang menjajakan produk kain songket. Jadi saat pertama saya ikut festival ternyata respons orang-orang di sana kagum dengan kain songket,” ujar Duta Besar RI untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono ketika mengunjungi Rumah Dinas Walikota Palembang, Kamis (31/1/2019).
Tidak hanya itu, dalam waktu dekat ia akan mengundang desainer untuk membuat produk hasil songket agar diperkenalkan pada festival besar di Ekuador pada Oktober mendatang.
“Kita akan ikut festival se-Amerika Selatan, kali ini saya pamerkan bukan hanya kain tapi juga pakaian dan produk lain hasil songket. Karena di sana (Amerika Selatan) menurut masyarakatnya tidak ada kain seindah songket,” katanya.
“Saya pikir ini adalah salah satu cara menunjukkan Indonesia adalah negara yang besar dan beraneka ragam, Amerika Selatan termasuk potensial sebagai tempat untuk mengenalkan hasil seni yang kita hasilkan karena negara-negara yang jarang dijamah,” tuturnya.
Selain itu, hal yang bisa dipelajari oleh warga Palembang di Ibukota Ekuador adalah hidup bersih. Apalagi cita-cita Walikota Palembang Harnojoyo adalah membangun Palembang dengan kehidupan yang bersih.
“Di Ekuador masyarakatnya sangat menjaga kebersihan sungai, tidak ada yang buang sampah ke sungai, hidup bersih sudah jadi bagian kehidupan. Meski taman dikunjungi oleh 10 ribu orang tapi sampah tidak ada dan kantong plastik yang rutin diganti,” tandasnya.
Walikota Palembang, mengaku senang atas apresiasi oleh Diennaryati, terlebih lagi apa yang diterapkan pemerintah ekuador berhubungan dan berkaitan erat dengan program yang ia canangkan.
“Sharing ini luar biasa, jadi apa yang dilakukan pemerintah ekuador ini bisa menjadi contoh bagi kita. Jika ada kesempatan, saya akan berkunjung kesana untuk mempelajari bagaimana cara yang mereka terapkan kepada masyarakatnya. Sehingga jendela dan pintu bisa kita gunakan untuk menikmati keindahan sungai dan aliran air kita bukan lagi digunakan untuk membuang sampah,” pungkasnya. (syd)











