Kabupaten OKU Timur Tidak Masuk dalam Kerentanan Pangan

Bupati kabupaten OKU Timur HM Kholid MD saat mengguting pita pembukaan Bazar Pangan dalam rangka memperingati Hari Ketahanan Pangan Sedunia, Kamis (10/10/2019).

Martapura, sumselupdate.com – Dalam rangka memperingati Hari Ketahanan Pangan Sedunia ke XXXIX tingkat kabupaten OKU Timur, Dinas Ketahanan Pangan Kab OKU Timur menggelar bazar pangan, Kamis (10/10/2019).

Dalam kegiatan yang bertema Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, Bupati kabupaten OKU Timur HM Kholid MD menyampaikan petani harus bisa memenuhi kebutuhan pangan, oleh karena itu petani harus menambah wawasannya untuk lebih maju lagi, terlebih saat ini teknologi pertanian terus berkembang dan ini merupakan tantangan yang harus dihadapi bagi petani.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, jika berbicara mengenai teknologi modern dalam pertanian, harus didahulukan kemampuan Sumber Daya Manusianya (SDM), untuk itu wawasan petani harus lebih dikembangkan supaya dapat menjadi petani yang mampu memperbaik kualitas ekonominya.

Sekarang petani masih baru bisa memenuhi kebutuhan pangan karena itu harus diawali dari pola pikir dan didukung oleh kebijakan pemerintah. Untuk menunjang hasil pertanian lebih baik lagi harus menggunakan bibit unggul.

“Kita harus berani berpikir bertani dengan kemajuan agar bisa sejahtera dan teknologi harus bisa diterapkan, jangan hanya menjadi selogan saja,” ujarnya.

Kholid juga menambahkan, pada awalnya saat mengajak petani untuk menanam padi organik sangat susah, namun lambat laun petani sudah bergairah bertanam padi organik dan pasar sudah menunggu beras organik dari petani.

Selain itu, sektor peternakan juga sangat menjanjikan tentu harus didukung dengan wawasan dan teknologi juga, sebab dengan ditunjang teknologi, peternak tidak repot lagi mencari rumput untuk hewan ternak.

“Dalam bidang perikanan juga harus didukung teknologi, saat ini OKU Timur sudah mampu memproduksi 100 ton ikan patin,” katanya.

Sedangkan cabai harganya masih berada diatas karena produksinya sedikit sedangkan permintaan banyak, karena itu masyarakat harus mampu membaca kondisi harga dan pasar, jika musim hujan orang ramai menanam cabai, saat panen nanti harganya bisa murah.

“Coba jika menanam saat kemarau hasil panen akan bagus dan harga jual juga tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu Kadin Ketahanan Pangan kabupaten OKU Timur, Junadi, SP,  menjelaskan, Hari Pangan sedunia diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian penduduk dunia akan pentingnya penanganan masalah pangan, baik ditingkat Nasional maupun ditingkat Global.

“Penyelenggaraan Peringatan Hari Pangan Sedunia merupakan Konsekuensi maupun hal yang wajib karena keikutsertaan Indonesia sebagai anggota Food and Agriculture Organization yang didirikan pada 16 oktober 1945 karena itu Peringatan Hari Pangan Sedunia ditetapkan setiap  16 Oktober,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Dinas (Sekdin) Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, menjelaskan Ir Ruzuan Efendi MM, mengapresiasi gagasan Dinas Ketahanan Pangan OKU Timur yang melakukan kegiatan Hari Pangan Sedunia secara terpisah maupun sendiri dan ini baru pertama kali di Sumsel.

“Kami akan mendukung program pertanian di OKU Timur untuk mewujudkan ketahanan pangan,” ungkapnya. (mat)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.